Wimbledon: Gagal Bendung Duet Australia, Langkah Aldila/Andreozzi Terhenti di Perempat Final

AKURAT.CO, Harapan Indonesia untuk melihat srikandi tenis andalannya melangkah lebih jauh di panggung Grand Slam Wimbledon 2026 akhirnya harus kandas.
Perjuangan gigih Aldila Sutjiadi yang turun di nomor ganda campuran Wimbledon bersama petenis Argentina, Guido Andreozzi, terhenti di perempat final.
Menghadapi ketangguhan non-unggulan asal Australia, Marc Polmans/Storm Hunter, duet Indonesia/Argentina ini dipaksa menyerah lewat pertarungan sengit dua set langsung dengan skor akhir 6-7(5-7) dan 5-7 di All England Club, London, Inggris, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.
Duel perebutan tiket semifinal Wimbledon ini berjalan sangat ketat dan menguras emosi selama satu jam 49 menit.
Sejak gim pertama digulirkan, kedua pasangan langsung terlibat aksi saling kejar poin yang menegangkan.
Kedua pasangan tampil kokoh saat memegang servis hingga kedudukan imbang 6-6.
Sayangnya, memasuki fase tie-break, Polmans/Hunter tampil lebih tenang di poin kritis dan mengunci set pembuka dengan keunggulan tipis 7-5.
Memasuki set kedua, Aldila/Andreozzi enggan lempar handuk dan terus menempel ketat perolehan poin hingga skor imbang 5-5.
Petaka akhirnya datang di gim kesebelas, setelah Aldila/Andreozzi kehilangan servis krusial mereka yang langsung dimanfaatkan dengan dingin oleh pasangan Australia untuk menutup laga menjadi 7-5.
Berdasarkan statistik pertandingan, dominasi serangan dari Polmans/Hunter memang menjadi pembeda utama pada laga dini hari tadi.
Mereka tampil sangat agresif dengan menghujani lapangan Aldila/Andreozzi lewat gelontoran delapan ace dan 18 winners.
Sebaliknya, Aldila/Andreozzi kesulitan mengembangkan serangan dan hanya mampu membukukan dua ace serta enam winners.
Ironisnya, Aldila/Andreozzi sebenarnya tampil jauh lebih efektif dengan memaksimalkan satu dari dua peluang break point yang mereka dapatkan.
Berbanding terbalik dengan Polmans/Hunter yang sempat frustrasi setelah hanya mampu mengonversi dua dari sembilan kesempatan emas yang ada.
Kekalahan menyakitkan di babak delapan besar ganda campuran ini sekaligus memastikan berakhirnya seluruh rangkaian perjuangan Aldila Sutjiadi di turnamen lapangan rumput paling bergengsi edisi tahun ini.
Beberapa hari sebelumnya, petenis putri nomor satu Indonesia itu juga harus menelan pil pahit setelah tersingkir di babak kedua nomor ganda putri saat berpasangan dengan kompatriot senegaranya, Janice Tjen.
Meskipun pulang tanpa trofi, keberhasilan Aldila menembus jajaran elite perempat final Grand Slam tetap layak mendapatkan apresiasi tinggi dari publik pecinta tenis tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







