Di Ambang Sejarah, Moses Itauma Incar Status Juara Dunia Kelas Berat Termuda Kedua

AKURAT.CO, Petinju prospektif asal Inggris, Moses Itauma, berada di ambang sejarah besar dalam perjalanan kariernya di mana ia berpeluang menjadi juara dunia kelas berat termuda kedua dalam sejarah tinju.
Hal itu bisa direalisasikan oleh petinju berusia 21 tahun tersebut jika mampu mengatasi Filip Hrgovic dalam perebutan sabuk IBF yang lowong di O2 Arena, London, Inggris, Sabtu (29/8/2026) waktu setempat.
Jika mampu menumbangkan Filip Hrgovic, Moses Itauma bakal melampaui rekor legendaris Floyd Patterson (21 tahun sepuluh bulan) dan berdiri tepat di belakang Mike Tyson sebagai raja kelas berat termuda sepanjang masa.
"Ada begitu banyak ekspektasi di pundak saya untuk membawa bendera tinju Inggris. Saya hanya harus membuktikannya di atas ring," kata Moses Itauma dikutip BBC Sport, Jumat (28/8/2026).
Pencapaian emas di usia muda ini sejatinya lahir dari jalan yang hampir berbelok. Lahir di Slovakia dari ayah berkebangsaan Nigeria dan ibu asal Slovakia, orang tua Itauma semula sangat menginginkan putra mereka menempuh jalur akademis untuk menjadi seorang dokter atau pengacara.
Itauma bahkan tertawa sembari memperlihatkan sebuah meme bergambar mantan Presiden Nigeria, Olusegun Obasanjo, yang sedang berkacak pinggang menatap tajam ke kamera.
"Beginilah cara seorang ayah Afrika menatapmu ketika kamu mengejar karier yang bertentangan dengan keinginannya, tetapi kamu malah sukses. Ini benar-benar gambaran ayah saya," kata Itauma.
Sikap keras orang tuanya perlahan melunak setelah melihat bakat alamiah luar biasa yang dimiliki Itauma di atas ring. Sang Ibunda bahkan mendukung perjuangan Itauma sejak awal kariernya.
Di luar rekor sejarah, kepribadian Itauma kerap disepadankan dengan Anthony Joshua. Berbeda dengan Tyson Fury yang gemar mencari perhatian media, Itauma memilih menjaga jarak dari ingar-bingar popularitas.
"Yang paling membuat saya risih adalah ketika orang-orang menganggap Anda sebagai properti publik. Apa yang tidak diketahui orang tentang saya adalah bahwa saya sebenarnya tidak ingin berada di bawah sorotan lampu sorot. Namun melihat arah karier saya saat ini, saya tidak punya pilihan," jelasnya.
Ketenangan mental Itauma juga diakui oleh sang pelatih, Ben Davison, yang menilai anak asuhnya tidak pernah goyah oleh tekanan besar menuju laga bersejarah ini.
"Tekanan adalah sebuah hak istimewa. Moses telah menghadapi tekanan besar itu dalam waktu yang cukup lama, dan bagi dia, itu semua hanya seperti air di daun talas," kata Davison memungkaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





