AKURAT.CO, Petinju muda asal Inggris, Moses Itauma, resmi mendapat kesempatan emas untuk merebut sabuk juara dunia WBA kelas berat.
Badan Tinju Dunia (WBA) memerintahkan Kubrat Pulev untuk mempertahankan gelarnya melawan Moses Itauma yang baru berusia 20 tahun.
Keputusan ini menandai langkah besar bagi Moses Itauma yang kini tak terkalahkan dalam 13 pertarungan profesional.
Ia akan menargetkan gelar dunia dalam pertarungan ke-14 sepanjang kariernya—sebuah pencapaian langka bagi petinju seusianya.
Kubrat Pulev sendiri awalnya dijadwalkan bertarung melawan Michael Hunter untuk mempertahankan sabuk WBA regular.
Namun, negosiasi keduanya gagal mencapai kesepakatan. Sebagai peringkat satu WBA, Itauma otomatis menjadi penantang wajib berikutnya.
Dengan demikian, kedua kubu kini memiliki waktu 30 hari untuk merundingkan kesepakatan pertarungan.
Jika negosiasi gagal, WBA akan menggelar lelang promotor (purse bid) untuk menentukan siapa penyelenggara resmi duel tersebut.
Itauma terakhir kali mencuri perhatian dunia tinju setelah meng-KO Dillian Whyte hanya dalam satu ronde pada Agustus lalu.
Kemenangan sensasional itu menegaskan reputasinya sebagai bintang muda paling berbahaya di divisi kelas berat saat ini.
Sementara itu, Kubrat Pulev, petinju asal Bulgaria berusia 44 tahun, merebut gelar WBA reguler setelah mengalahkan Mahmoud Charr lewat keputusan angka pada Desember tahun lalu.
Sebelumnya, Pulev juga pernah menantang sabuk dunia namun kalah KO di ronde kesembilan dari Anthony Joshua pada 2020.
Di sisi lain, sabuk WBA Super masih dipegang oleh juara tak terbantahkan Oleksandr Usyk yang kini sedang dalam masa pemulihan cedera punggung.
Sebelum keputusan WBA ini, Itauma sempat ditawari laga eliminator IBF melawan petinju Kuba, Frank Sanchez, yang akan membuka peluang untuk menantang Usyk.
Namun, kubu Itauma memilih fokus pada jalur WBA yang dianggap lebih realistis dan cepat.
Jika duel ini terwujud, Itauma berpeluang mencatat sejarah sebagai salah satu petinju termuda yang memperebutkan sabuk dunia kelas berat.
Dengan kekuatan dan kepercayaan diri yang sedang menanjak, Itauma diyakini bisa memberi ujian berat bagi Pulev yang jauh lebih berpengalaman.
Pertarungan ini juga menjadi simbol benturan generasi: veteran tangguh melawan sensasi muda, dan dunia tinju akan menanti apakah masa depan benar-benar milik Moses Itauma.