Skandal Bulutangkis Mencuat, KOI Segera Temui PBSI untuk Tentukan Sanksi Bagi Atlet Terlibat
Leo Farhan | 2 Oktober 2025, 19:34 WIB

AKURAT.CO, Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, manyatakan bahwa pihaknya bakal memberikan sanksi tegas bagi atlet bulutangkis nasional yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Hal ini disampaikan Okto-sapaan Raja Sapta Oktohari-menyusul kabar adanya tujuh atlet bulutangkis Indonesia yang terlibat pengaturan skor demi perjudian. NOC Indonesia masih akan menunggu dasar tusuhan tersebut aebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Kami akan duduk bersama dengan PBSI untuk menentukan sikap bersama. Apabila memang terjadi pelanggaran, tentunya akan ada sanksi," ujar Okto seperti dikutip Antara, Kamis (2/10).
"Kami sudah mengambil langkah-langkah terkait tuduhan match fixing. Namun, kami masih berprasangka karena belum tahu dasarnya apa."
Selain itu, Okto juga belum memastikan bentuk sanksi yang bakal diberikan jika memang ada atlet bulutangkis nasional yang terlibat.
Sanksi tersebut baru akan diputuskan setelah berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dalam laporan investigasinya menyebut praktik pengaturan skor dilakukan demi kepentingan perjudian.
Bahkan, terdapat indikasi atlet ikut memasang taruhan atas nama pribadi maupun rekannya dengan pertandingan yang sudah dikondisikan.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari otoritas baik dari PBSI ataupun BWF terkait praktik pengaturan skor yang diduga melibatkan atlet-atlet Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







