AKURAT.CO, Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, buka suara terkait kabar dugaan keterlibatan sejumlah atlet bulutangkis nasional dalam praktik pengaturan skor demi perjudian.
Yoppy mengakui telah mendengar adanya isu tersebut. Namun, ia menegaskan belum mengetahui secara detail dugaan ini dan identitas para atlet yang disebut-sebut terseret dalam dugaan kasus pengaturan skor tersebut.
"Aku ora ngerti (saya tidak tahu) persisnya karena itu urusan PBSI," kata Yoppy di sela-sela konfrensi pers Hydroplus Soccer League di bilangan Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).
"Saya detailnya tidak tahu sampai di mana, tetapi saya mendengar ada yang seperti itu. Si A atau si B saya tidak tahu."
Dari kabar yang beredar, sebanyak tujuh atlet Indonesia diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor untuk kepentingan perjudian.
Dugaan ini mencuat setelah Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) melakukan investigasi atas laporan pihak tertentu.
Dalam laporan tersebut disebutkan adanya atlet yang memasang taruhan atas nama dirinya maupun rekannya dengan pertandingan yang telah dikondisikan demi kepentingan taruhan.
Meski belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait, Yoppy menegaskan dukungannya terhadap penerapan sanksi tegas apabila benar ada atlet yang terbukti terlibat.
"Ya kita selalu sesuai aturan. Harus dihukum. Kalau saya ya tetap harus dihukum sesuai aturan," tegas Yoppy.
Ia juga menambahkan bahwa PB Djarum akan mengikuti setiap keputusan yang diambil baik oleh PBSI maupun BWF.
Hingga berita ini diturunkan, PBSI maupun BWF belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengaturan skor tersebut.
Sebelumnya, laman instagram Smashkokmedia menyebut bahwa dari ketujuh atlet tersebut tiga di antaranya adalah atlet nasional yang sering mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sementara empat pemain lainnya adalah mantan atlet binaan klub besar di tanah air.