Kembali ke PBSI, Nova Widianto Bakal Bongkar Pasang Ganda Campuran Demi Olimpiade

AKURAT.CO, Angin segar berembus di sektor ganda campuran Indonesia. Pelatih Kepala Ganda Campuran Utama Pelatnasi PBSI yang baru, Nova Widianto, mulai bergerak cepat merancang strategi anyar demi mengembalikan kejayaan sektor yang pernah membesarkan namanya tersebut.
Kembalinya Nova Widianto ke Pelatnas Cipayung menjadi momentum krusial bagi PBSI. Setelah sempat melatih tim nasional Malaysia sejak akhir 2022, kepulangan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini diharapkan mampu menambal celah dan membangkitkan kembali regenerasi ganda campuran Merah Putih yang sempat berjalan lambat.
Sebagai langkah awal, Nova mengonfirmasi bakal melakukan perombakan serta uji coba racikan pasangan baru di beberapa turnamen mendatang.
"Karena itu, beberapa kombinasi pasangan seperti Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, dan M Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil akan kami coba," kata Nova Widianto melalui keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Mantan tandem Liliyana Natsir tersebut menegaskan bahwa uji coba eksperimental ini bukan sekadar coba-coba, melainkan bagian dari pemantauan mendalam atas berbagai aspek permainan di atas lapangan.
"Mereka akan bermain di beberapa turnamen untuk melihat bagaimana hasilnya, termasuk chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan. Dari situ nanti akan kami evaluasi," jelasnya.
Nova mengimbau para pencinta bulutangkis tanah air untuk memberi ruang dan waktu bagi para pemain dalam menjalani transisi ini. Menurutnya, menemukan pasangan ideal membutuhkan proses analisis yang matang.
"Kami memang ingin melihat dulu prosesnya, jadi belum bisa langsung menilai pasangan mana yang paling ideal. Semua akan kami berikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka," kata Nova melanjutkan.
Eksperimen bongkar pasang ini ditegaskan Nova sebagai batu pijakan awal dari cetak biru jangka panjang PBSI untuk memburu tiket dan medali di panggung olahraga tertinggi dunia.
"Ini juga menjadi bagian dari program jangka panjang menuju Road to Olympic. Mudah-mudahan dari proses ini kami bisa mendapatkan format pasangan yang paling tepat dan kompetitif untuk ke depannya," kata Nova optimistis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








