Asian Games: Nova Widianto Sayangkan Amri/Nita Hilang Momen saat Unggul 19-16

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Nova Widianto, mencatat bahwa konsistensi masih menjadi masalah pada permainan anak asuhnya, Amri Syahnawi/Nita Vi0lina Marwah.
Pernyataan ini disampaikan Nova Widianto selepas kekalahan Amri/Nita atas duet asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, di final bulutangkis ganda campuran Asian Games Aichi-Nagoya.
Dalam pertandingan di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026), itu, Amri/Nita harus mengakui keunggulan Jiang/Wei melalui laga dua set langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.
“Dari awal sudah oke tapi saat unggul 19-16 di gim pertama mereka ada rasa kesempatan untuk menang malah terburu-buru. Jadi dari servis pun mereka sudah berubah dan tadi mereka akui itu,” kata Nova Widianto usai pertandingan di Ichinomiya.
Baca Juga: Hasil Asian Games 2026: Amri/Nita Raih Perak usai Kalah dari China
Sejatinya raihan medali perak sudah cukup mencapai target bagi Amri/Nita. Pasangan ini juga menciptakan kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama, Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping, di semifinal.
Namun, Nova Widianto menyayangkan anak asuhnya tersebut tidak bisa memaksimalkan kesempatan meraih emas dengan modal menumbangkan Feng/Huang di empat besar.
“Kalau dari target memang masuk ya, targetnya kan Amri/Nita dapat medali dan ini bisa perak walaupun tidak unggulan. Hanya di pertandingan tadi sangat disayangkan, dari konsisten mereka untuk menerapkan pola sepanjang pertandingan yang belum,” kata Nova.
Nova yang dipulangkan PBSI dari Pelatnas Bulutangkis Malaysia pada Agustus 2026 itu melihat bahwa Amri/Nita masih kurang berani menerapkan strategi yang sudah direncanakan sebelum masuk ke lapangan.
“Saya sudah wanti-wanti kalau kalian nggak bisa menerapkan pola yang benar lawan pemain China ini, akan susah. Karena pasangan yang nomor dua ini, pola mereka lebih bahaya. Tapi kalau berani menerapkan pola yang sudah disiapkan, masih ada celah,” kata Nova.
Amri tak membantah penilaian pelatihnya tersebut. Terutama soal kehilangan momentum semasa mereka sudah sempat ungguk 19-16 di set pertama.
“Di gim pertama kami sempat unggul 19-16 tapi kami gagal memanfaatkan momentum. Itu jadi titik balik mereka, mereka jadi berani mengembangkan pola permainan mereka sementara kami tidak bisa lepas dari tekanan sampai gim kedua selesai,” kata Amri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








