MotoGP Indonesia: Pembalap Pabrikan dan Satelit Ducati Saling Salip di Latihan Hari Pertama

AKURAT.CO, Franco Morbidelli mampu tampil sebagai yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Indonesia 2024 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/9) pagi setempat.
Rider Pramac Racing itu mencatatkan waktu terbaik FP1 MotoGP Indonesia dengan torehan satu menit 30,689 detik. Lebih cepat 0,221 detik dari pembalap Aprilia, Maverick Vinales, yang menempel di posisi kedua.
Pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin, melengkapi posisi tiga besar FP1 MotoGP Indonesia usai mencatatkan waktu satu menit 31,218 detik, lebih lambat 0,529 detik dari Franco Morbidelli.
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marc Marquez Jalan Kaki, Fabio Quartararo Jogging Telanjang Dada
Namun, semua mata tertuju pada aksi pembalap LCR Honda, Johann Zarco, yang mampu merebut posisi lima besar. Zarco berada di belakang Pedro Acosta untuk mengungguli dua jagoan Ducati, Marc Marquez (posisi enam) dan Francesco Bagnaia (posisi 14).
Johann Zarco menjadi satu-satunya pembalap Honda yang mampu menembus posisi lima besar. Ia dibayangi koleganya dari tim pabrikan, Luca Marini, yang hanya mampu mengamankan tempat kesembilan.
Sementara saat memasuki sesi latihan (PR) siang hari yang berlangsung pukul 14.00 WIB-15.00 WIB, rider-rider Ducati mampu mendominasi posisi lima besar.
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marquez Telat Ikut Parade Sore Tadi, Di Giannantonio Serasa 'Justin Bieber'
Fabio Quartararo menjadi satu-satunya rider di luar Ducati yang mampu mencatatkan waktu satu menit 29,844 detik untuk tempat keenam. Sekaligus mengungguli Marc Marquez di belakangnya dengan jarak 0,41 detik.
Pada latihan sesi siang ini, Bastianini mampu keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu terbaik satu menit 29,63 detik untuk mengungguli duo rider Pramac, Jorge Martin dan Franco Morbidelli.
Sementara itu koleganya di tim pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, mampu memperbaiki posisi ke posisi empat untuk mengungguli pembalap VR46, Marco Bezzecchi, di posisi lima besar.
Hasil 10 besar FP 1 MotoGP Indonesia 2024
1. Franco Morbidelli 01:30.689
2. Maverick Vinales 01:30.910 +0.221 / +0.221
3. Jorge Martin 01:31.218 +0.529 / +0.308
4. Pedro Acosta 01:31.271 +0.582 / +0.053
5. Johann Zarco 01:31.456 +0.767 / +0.185
6. Marc Marquez 01:31.504 +0.815 / +0.048
7. Marco Bezzecchi 01:31.518 +0.829 / +0.014
8. Enea Bastianini 01:31.629 +0.940 / +0.111
9. Luca Marini 01:31.703 +1.014 / +0.074
10. Fabio Di Giannantonio 01:31.726 +1.037 / +0.023
Hasil 10 Besar Practice MotoGP Indonesia 2024
1. Enea Bastianini 01:29.630
2. Jorge Martin 01:29.670 +0.040 / +0.040
3. Franco Morbidelli 01:29.709 +0.079 / +0.039
4. Francesco Bagnaia 01:29.712 +0.082 / +0.003
5. Marco Bezzecchi 01:29.770 +0.140 / +0.058
6. Fabio Quartararo 01:29.844 +0.214 / +0.074
7. Marc Marquez 01:29.885 +0.255 / +0.041
8. Pedro Acosta 01:29.961 +0.331 / +0.076
9. Fabio di Giannantonio 01:29.986 +0.356 / +0.025
10. Maverick Vinales 01:30.000 +0.370 / +0.014
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






