Honda Naik Kategori Konsesi 2026, Tegaskan Langkah 'Logis' Kebangkitan Kembali ke Papan Atas
Leo Farhan | 29 November 2025, 16:36 WIB

AKURAT.CO, Manajer teknis MotoGP HRC (Honda Racing Corporate), Mikihiko Kawase, menilai bahwa kenaikan Honda ke kategori konsesi C untuk musim 2026 sebagai langkah yang sepenuhnya wajar dalam upaya mengembalikan reputasi pabrikan Jepang itu ke puncak kompetisi.
Honda sebelumnya mendominasi MotoGP dengan sepuluh gelar juara dunia pembalap sejak 2002 hingga 2019 lewat Valentino Rossi, Nicky Hayden, Casey Stoner, dan Marc Marquez.
Namun, performa motor RCV merosot drastis setelah cedera lengan yang dialami Marc Marquez di Jerez 2020 silam. Sejak saat itu, Honda hanya meraih lima kemenangan.
Baca Juga: Luca Marini Optimistis Prototipe Honda 2026 Lebih Kompetitif, Lebih Baik dari Motor Sekarang
Situasi makin memburuk pada 2024 ketika Marquez hengkang ke Gresini Ducati. Mereka terpuruk di dasar klasemen konstruktor dengan 75 poin dan kehilangan sponsor utama Repsol.
Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik, tetapi hanya berada di posisi ke-17 klasemen akhir.
Namun di balik keterpurukan itu, Honda mulai memanfaatkan sistem konsesi A-B-C-D hasil revisi MotoGP untuk membangun ulang proyek mereka.
Finis dengan keunggulan 38 poin di atas Yamaha (247 poin), Honda akhirnya menembus batas 35 persen poin konstruktif yang membuat mereka naik dari kategori D ke C. Kawase menyebut perubahan tersebut sebagai keharusan.
"Ini langkah logis dalam perjalanan kami kembali ke puncak. Sesuatu yang memang harus kami lakukan," kata Kawase dikutip laman Crash.
Baca Juga: Jorge Martin Dikabarkan Bakal Pindah ke Honda di Musim 2026, Siap Jajal Tantangan Era 850cc
Di kategori baru ini, Honda akan menghadapi pembatasan tambahan dalam pengembangan mesin. Mulai dari pengurangan jumlah ban uji coba hingga larangan penggunaan pembalap utama untuk tes tertentu.
Perubahan itu membuat peran tim penguji semakin krusial. Line-up tersebut kini diperkuat Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami.
"Peran mereka akan makin penting pada 2026 karena ruang untuk keraguan semakin sempit ketika membawa komponen baru ke akhir pekan balapan," jelas Kawase.
HRC juga menghadapi tantangan strategis lain, yaitu membagi sumber daya untuk pengembangan motor RC213V 2026 sekaligus motor baru 850cc untuk musim 2027.
"Kami percaya pembagian alokasi pengembangan antara motor 2026 dan 2027 akan segera jelas. Itu penting untuk manajemen proyek yang lebih efisien," ungkapnya.
Honda mengakhiri musim dengan satu kemenangan di trek basah lewat Zarco di Le Mans serta tiga podium oleh Zarco di Silverstone dan Joan Mir di Motegi serta Sepang. Ditanya soal target tahun depan, Kawase menegaskan ambisi mereka realistis tetapi progresif.
"Target kami adalah kembali bersaing konsisten di lima besar seperti akhir musim lalu, terus meningkat, dan merebut podium ketika peluangnya ada," ujarnya.
Ia memastikan pengembangan RC213V 2026 sudah berjalan. Apalagi, ini adalah musim terakhir MotoGP menggunakan mesin 1.000cc dan ingin mendapatkan hasil terbaik.
Honda kini memasuki musim krusial, menyeimbangkan upaya kebangkitan jangka pendek dengan persiapan era baru 850cc, dua proyek besar yang akan menentukan arah pabrikan itu di MotoGP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








