F1 GP Qatar: Max Verstappen Sambut Positif McLaren Tiadakan Team Orders untuk Norris dan Piastri
Leo Farhan | 28 November 2025, 17:05 WIB

AKURAT.CO, Max Verstappen menilai keputusan McLaren untuk tidak menerapkan team orders jelang F1 GP Qatar 2025 sebagai langkah yang tepat demi menjaga integritas persaingan dalam perebutan gelar juara dunia Formula One musim ini.
Pebalap Red Bull itu memasuki seri F1 GP Qatar di Lusail akhir pekan ini dengan kondisi poin yang identik dengan Oscar Piastri lewat 366 poin, atau hanya tertinggal 24 angka dari Lando Norris yang bertengger di puncak klasemen pembalap.
Dengan dua balapan tersisa di F1 GP Qatar dan GP Abu Dhabi, setiap detail akan menjadi krusial bagi ketiga pembalap. Meski begitu, Max Verstappen mengapresiasi keputusan McLaren yang memilih membiarkan dua pebalapnya bertarung secara fair.
"Tidak ada yang lebih baik daripada membiarkan mereka balapan. Mengapa sekarang tiba-tiba mengatakan Oscar tidak boleh melawan Norris?" ujar Verstappen dikutip AFP.
Ia menegaskan bahwa sebagai pembalap menerima instruksi untuk mengalah bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja.
"Jika Anda seorang pemenang sejati, Anda tetap maju meski berada di belakang. Kalau tidak begitu, apa gunanya datang ke sini? Kalau tidak, Anda hanya memberi label pada diri sendiri sebagai pembalap nomor dua—dan saya rasa Oscar tidak menginginkannya.”
Sebelumnya, kemenangan Verstappen di GP Las Vegas akhir pekan lalu membuka kembali peluangnya meraih gelar musim ini setelah Norris dan Piastri didiskualifikasi. Namun, ia mengakui bahwa Norris berada dalam posisi yang lebih baik.
"Ini jelas peluang yang lebih baik dibanding sebelum mereka didiskualifikasi, jadi kami menerimanya," kata Verstappen.
Di lain sisi di kubu McLaren, Oscar Piastri mengonfirmasi bahwa isu team orders memang sempat dibahas dalam internal tim. Namun, dengan tegas dia menyampaikan hal itu tidak akan terjadi pada dua balapan terakhir nanti.
Baca Juga: Duo McLaren Didiskualifikasi di Las Vegas, Peluang Max Verstappen Terbuka di 2 Seri Pamungkas
"Saya masih setara poin dengan Max dan punya peluang bagus memenanginya jika semuanya berjalan sesuai harapan," jelas Piastri.
Sementara itu, Lando Norris mengaku tetap tenang meski berada di ambang gelar dunia pertamanya. Ia menilai tekanan yang muncul tidak mengubah pendekatannya.
"Saya merasa sama tenangnya seperti ketika saya tertinggal 35 poin. Rasanya sama seperti sebelum Meksiko ketika saya belum memimpin," kata Norris.
Norris hanya butuh unggul dua poin atas Verstappen dan Piastri untuk menyegel gelar juara dunia. Ia menegaskan bahwa ancaman dari kedua Verstappen dan Piastri tetap sama.
"Kami memperlakukannya sebagai ancaman sepanjang tahun. Tidak ada yang berubah sekarang," tegas Norris.
Terkait diskualifikasi di Las Vegas, Norris memilih tidak larut dalam kekecewaan dan mencoba fokus untuk menghadapi dua seri terakhir di Qatar dan Abu Dhabi. Ia bahkan menatap dua seri tersisa dengan optimisme tinggi.
"Saya bersemangat kembali. Saya ingin mencoba menang di Qatar dan Abu Dhabi. Itu menyebalkan (diskualifikasi di GP Las Vegas), tapi begitulah hidup," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








