Respons Insiden Mike Maignan, Presiden FIFA Minta Sanksi Otomatis terhadap Aksi Rasisme

AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa aksi rasisme di pertandingan sepakbola harus dihukum lebih keras. Salah satunya adalah dengan memberikan sanksi otomatis terhadap klub yang pendukungnya melakukan tindakan rasis.
“Sebagaimana juga dengan proses tiga langkah, kita harus menerapkan hukuman otomatis untuk tim yang pendukungnya melakukan rasisme dan menyebabkan pertandingan dihentikan,” tulis Gianni Infantino di akun X-nya.
“Seperti juga larangan dan sanksi kriminal untuk rasis di stadion seluruh dunia.”
Pernyataan ini disampaikan Gianni Infantino merespons insiden yang terjadi pada laga Liga Serie A Italia 2023-2024 antara Udinese dan AC Milan, semalam.
Baca Juga: Balasan Setimpal, Milan Kalahkan Udinese setelah Boikot Laga karena Aksi Rasis terhadap Maignan
Pertandingan di Udine, Italia, itu diboikot oleh pemain Milan setelah suporter bertindak rasis terhadap kiper mereka, Mike Maignan. Kiper asal Prancis itu mendengar suporter mengeluarkan tiruan suara monyet di tengah laga.
Di hari yang sama, aksi rasisme juga terjadi di laga kasta kedua Inggris antara Sheffield Wednesday dan Coventry City. Korban pada laga di kandang Sheffield itu adalah gelandang Coventry, Kasey Palmer.
“Peristiwa yang terjadi di Udine dan Sheffield pada Sabtu (kemarin) benar-benar menjijikkan dan sama sekali tak bisa diterima. Para pemain yang terdampak oleh peristiwa hari Sabtu saya dukung tanpa terkecuali,” kata Infantino.
“FIFA menunjukkan solidaritas penuh untuk korban rasisme dan bentuk diskriminasi apapun. Sekali dan selamanya: katakan tidak pada rasisme! Tidak pada sebarang bentuk diskriminasi apapun.”
Baca Juga: Vinicius: Di Brasil, Spanyol Dikenal Sebagai Negara Rasis
Tindakan rasis yang dialami Mike Maignan merupakan bukti bahwa masalah ini belum juga bisa terselesaikan. Maignan meminta tindakan lebih karena peristiwa seperti itu terjadi berulang-ulang.
“Ini tidak seharusnya ada di dunia sepakbola, tetapi sayangnya bertahun-tahun ini adalah sebuah pengulangan,” kata Maignan.
“Dengan seluruh keberadaan kamera (pengawas) dan sanksi terhadap hal-hal ini, sesuatu harus dilakukan untuk melakukan perubahan. Kita semua harus bereaksi, kita harus melakukan sesuatu karena Anda tidak bisa bermain seperti ini.”
FIFA sejauh ini sudah memperkenalkan proses tiga langkah sebagaimana yang dinyatakan Infantino. Yakni menghentikan pertandingan sementara, menghentikan lagi jika berulang, dan terakhir membatalkan atau menghentikan sepenuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








