AKURAT.CO Pengamat sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Univeritas Binus dan STAN, Putro Mas Gunawan, mengapresiasi BRI yang punya komitmen kepada sepak bola Indonesia.
Menurutnya, BRI punya kontribusi besar atas terselenggaranya kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia BRI Liga 1 setelah dihantam pandemicovid-19.
"BRI telah membuktikan mereka tetap hadir di saat sepakbola Indonesia serba sulit. Kini mereka memetik buah dari konsistensi mendukung kompetisi. Walhasil kini saat berbicara soal sepak bola Indonesia yang berprestasi maka kita tak bisa melupakan BRI," kata Putro dalam keterangannya, Minggu (26/5/2024).
Baca Juga: Meski Menang Besar, Bojan Hodak Nilai Pemain Persib Bandung Sempat Grogi Main di Depan Bobotoh
Pasalnya, di saat semua pihak hampir menyerah karena pandemi covid-19, BRI menjadi penyokong utama kompetisi sepak bola Indonesia yang ingin bangkit dan menjadi hiburan bagi masyarakat.
"BRI yang jadi sponsor utama kompetisi Liga 1 sejak 2021 menyelami semangat kebangkitan sepak bola pascapandemi dan sanksi FIFA," kata dia.
Putro juga menambahkan dengan hadir di Liga 1, BRI bukan tanpa risiko. Sebab memang kala itu sepakbola Indonesia sedang krisis prestasi.
"Misi BRI melekatkan citra perusahaan pada sepakbola nasional memang penuh risiko. Sebab sepakbola Indonesia kala itu paceklik prestasi. Sepakbola saat itu juga rawan pada aksi kerusuhan suporter. Namun BRI bergeming pada keputusan untuk mendukung penuh sepakbola nasional," ujarnya.
Dengan komitmen yang kuat, tagline BRIkan SEMANGATmo telah membawa sepakbola Indonesia semakin berprestasi.
"Kini dengan tagline tersebut jadi semakin relevan. Terlebih kompetisi Liga 1 musim ini yang gegap gempita dengan begitu meriahnya laga final Championship Series yang mempertemukan Persib Bandung dan Madura United, menjadi nyata soal kebangkitan sepakbola Indonesia dari duka menjadi suka cita," kata dia.
Putro menambahkan, konsistensi BRI dalam mendukung kompetisi BRI Liga 1 dengan segala risikonya adalah investasi terbaik dari segala promosi yang mereka lakukan.
"Meski berisiko soal citra, keamanan, dan pendanaan yang tak sedikit, terbukti tak goyah dalam mesponsori kompetisi sepak bola di Indonesia," tukas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










