Joan Laporta Kenang Tak Mampu Bayar Gaji Lionel Messi dan Intervensi Madrid di Masa Sulit Barcelona

AKURAT.CO, Eks Presiden Barcelona, Joan Laporta, akhirnya mengungkapkan situasi ketika ia melepas Lionel Messi pada 2021. Hubungannya dengan Messi berubah sejak itu.
Dalam wawancara dengan Catalunya Radio, Senin (23/2), Joan Laporta mengaku melepas Lionel Messi karena kondisi keuangan Barcelona tak sanggup untuk membayar sang megabintang ketika itu.
“Mereka (otoritas La Liga) ingin kami meneken kesepakatan 50 tahun dengan CVC (kode verifikasi kartu kredit) untuk mendaftarkan Leo (Messi). Kami tidak bisa melakukan itu,” kata Joan Laporta.
Baca Juga: Joan Laporta Resmi Mundur sebagai Presiden Barcelona, Suksesornya Bakal Pulangkan Messi?
“Klub lebih besar ketimbang individu. Itulah yang paling menyedihkan saya. Keputusan-keputusan ini sulit. Kami tidak bisa melakukan semuanya. Jika kami kami memperbaharui kontraknya, kami tidak mampu membayar gajinya.”
Messi meninggalkan Barcelona pada musim panas 2021 dengan getir karena sejatinya ia tak mau meninggalkan klub tersebut. Kapten Timnas Argentina itu kemudian hengkang ke Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer.
Laporta mengakui bahwa hubungannya dengan Messi tidak lagi sama sejak La Pulga tak dipertahankannya. Bahkan, kata Laporta, Messi menolak bicara dengannya ketika bertemu pada salah satu malam penghargaan Ballon D’Or.
“Hubungan saya dengan Leo tidak seperti dulu lagi. Dia menolak menyambut saya di malam Ballon D’Or. Hubungan kami rusak. Saya akan menghormati apapun yang Messi lakukan,” kata Laporta.
Baca Juga: Tak Realistis, Joan Laporta Pupuskan Impian Suporter Barcelona untuk Pulangkan Lionel Messi
Adapun Laporta telah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Barcelona pada 9 Februari lalu.
Hal ini dilakukannya menjelang Pemilihan Presiden Barcelona yang bakal digelar 15 Maret mendatang di mana ia kembali mendaftar sebagai salah satu kandidat.
Hal lain yang disampaikan Laporta adalah soal kemerosotan Barcelona di era Josep Maria Bartomeu ternyata melibatkan campur tangan Real Madrid.
Laporta, yang datang ke tampuk kepresidenan Barcelona menggantikan Bartomeu pada 7 Maret 2021, menyebutnya dengan istilah “pengaruh sosiologis Madrid”.
“Kami menyelamatkan Barcelona dari reruntuhan. Mereka (Madrid) menempatkan kami di bawah jempolnya, pengaruh sosiologi Madrid ingin menenggelamkan kami,” kata Laporta.
“Bartomeu adalah alat yang berguna bagi mereka. Kami di bawah intervensi. Mereka licik. Mereka tidak suka saya menjadi presiden Barca, itu yang paling memotivasi saya (kembali ke Barcelona).”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








