Iran Buka Opsi Mundur dari Piala Dunia 2026

AKURAT.CO, Tim Nasional Sepakbola Iran dikabarkan membuka opsi mundur dari putaran final Piala Dunia FIFA 2026 menyusul situasi politik serta keamanan yang memanas di dalam negeri mereka.
Krisis dipicu eskalasi serangan militer udara yang menghantam ibukota Iran, Teheran, serta sejumlah kota besar lainnya pada Sabtu (28/2).
Serangan tersebut terjadi setelah negosiasi nuklir antara Iran serta Amerika Serikat kembali mengalami kebuntuan.
Ketegangan kian meningkat setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam rangkaian serangan itu.
Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengonfirmasi kabar tersebut melalui unggahan di Truth Social dengan menyebut peristiwa itu sebagai “keadilan bagi rakyat Iran serta dunia.”
Dampaknya merembet ke ranah olahraga. Mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026, situasi ini menciptakan dilema diplomatik serta keamanan yang tidak sederhana bagi partisipasi Iran.
Presiden Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengakui adanya ketidakpastian terkait nasib Team Melli pada ajang empat tahunan tersebut.
“Dengan apa yang terjadi hari ini serta serangan oleh Amerika Serikat, sangat tidak mungkin bagi kami untuk menantikan turnamen ini,” ujar Taj dikutip dari Marca, Minggu (1/3).
Meski demikian, Taj menegaskan bahwa keputusan final bukan berada di tangannya seorang. Otoritas olahraga tertinggi Iran akan menjadi penentu apakah tim tetap berangkat atau mengambil langkah mundur dari turnamen.
Secara teknis, Iran telah tergabung di grup G bersama Belgia, Selandia Baru, serta Mesir.
Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 15 Juni 2026, sebelum menghadapi dua lawan berat lainnya pada fase grup.
Jika Iran benar-benar mengundurkan diri, FIFA berpeluang menunjuk pengganti dari zona Asia. Uni Emirat Arab disebut sebagai kandidat paling realistis berdasarkan regulasi serta peringkat kualifikasi terbaru AFC.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, memastikan badan sepakbola dunia itu terus mengikuti perkembangan situasi.
“Fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua tim yang telah lolos kualifikasi,” tegas Grafström dalam pertemuan IFAB di Wales.
Kondisi ini menjadi ujian berat bagi FIFA untuk menjaga netralitas olahraga di tengah konflik bersenjata yang melibatkan negara peserta serta tuan rumah.
Keputusan Iran nantinya bukan hanya menentukan nasib grup G, tetapi juga akan menjadi preseden penting dalam sejarah Piala Dunia modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







