Konflik Pecah di Timur Tengah, FIFA Berharap Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026

AKURAT.CO, Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah membuka wacana bahwa Iran berpeluang mundur dari Piala Dunia 2026.
Tak lain karena penyelenggara Piala Dunia 2026 adalah Amerika Serikat. Digelar Juni-Juli nanti, AS akan menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada.
BBC menyebut bahwa FIFA terus memantau perkembangan konflik di Iran. Secara informal, organisasi induk sepakbola dunia itu menyatakan bahwa mereka berharap Iran tetap berpartisipasi pada Piala Dunia 2026.
"Fokus kami adalah untuk menggelar Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi," kata Sekretaris FIFA, Mattias Grafstrom.
Iran sendiri tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.
Jadwalnya adalah melawan Selandia Baru di Stadion SoFi, Los Angeles, pada 15 Juni, melawan Belgia juga di tempat yang sama pada 21 Juni, dan menjajal Mesir di Seattle, 26 Juni.
Adapun Iran akan bermarkas di Arizona, AS, selama perhelatan Piala Dunia mendatang.
Andai Iran mundur, FIFA kemungkinan akan mencari tim pengganti yang juga berasal dari Asia.
Kemungkinannya adalah Irak yang masih berpeluang lewat play-off atau Uni Emirat Arab yang tak lolos kualifikasi namun berada di posisi teratas.
Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, sudah mengisyaratkan kemungkinan bahwa tim nasionalnya bisa mundur dari pesta sepakbola terakbar tahun ini.
"Dengan apa yang terjadi, dan dengan serangan Amerika Serikat, tidak mungkin kami menantikan Piala Dunia, tetapi pemimpin otoritas olahraga (Iran) yang akan memutuskan," kata Mehdi Taj.
Serangan AS dan Israel ke kawasan Iran dimulai pada Sabtu (28/2) pagi. Sebanyak lebih dari 150 siswi sekolah dasar tewas akibat ledakan bom di Minab, Iran Selatan, akibat rudal AS.
Sementara Iran membalas dengan membom sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Adapun sembilan orang disebut tewas dalam serangan balasan Iran di kawasan Beit Shemes, Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









