Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Scaloni Minta Politik tidak Dibawa ke Lapangan

AKURAT.CO Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menegaskan timnya tidak khawatir dengan kondisi fisik para pemain menjelang laga panas melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Meski harus menjalani beberapa pertandingan melelahkan hingga babak tambahan waktu, Scaloni memastikan skuad Albiceleste siap bertarung demi tiket ke partai final.
Pertandingan yang akan digelar di Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat ini menjadi duel sarat gengsi. Selain mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, laga juga menghidupkan kembali rivalitas panjang Argentina dan Inggris yang melegenda sejak era Diego Maradona.
"Kami berada dalam kondisi yang baik dan sangat antusias menghadapi pertandingan ini. Ini semifinal Piala Dunia dan harapan kami masih utuh. Kami sangat berterima kasih kepada para pemain karena berhasil membawa kami kembali ke tahap ini," kata Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Argentina Incar Final Beruntun
Sebagai juara bertahan Piala Dunia, Argentina berpeluang mencatatkan sejarah dengan mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun setelah sukses menjadi kampiun pada edisi 2022.
Namun, perjalanan Lionel Messi dan kawan-kawan menuju semifinal tidak mudah.
Argentina harus melewati laga dramatis saat menundukkan Cape Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu. Setelah itu, Albiceleste bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mesir 3-2, sebelum kembali menjalani extra time ketika menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 di babak perempat final.
Meski menguras stamina, Scaloni menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan.
"Kalau satu setengah bulan lalu ada yang menawarkan kami mencapai semifinal, tentu saya akan menerimanya. Jadi saya tidak peduli bagaimana kami bisa sampai di sini," ujarnya.
"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain. Lelah atau tidak, itu bukan masalah. Ini adalah semifinal Piala Dunia."
Duel Sarat Sejarah Lawan Inggris
Laga Argentina kontra Inggris selalu menghadirkan cerita besar dalam sejarah sepak bola.
Kedua tim telah lima kali bertemu di Piala Dunia, dengan duel paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Kala itu, legenda Argentina Diego Maradona mencetak gol kontroversial yang dikenal sebagai "Hand of God", sebelum melahirkan gol solo spektakuler yang hingga kini dianggap sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Scaloni mengaku masih mengingat momen tersebut.
"Semua orang pasti mengingat pertandingan itu, terutama gol kedua Diego yang luar biasa indah. Itu adalah gol yang akan selalu dikenang oleh para pencinta sepak bola," katanya.
Scaloni Minta Politik Tak Dibawa ke Lapangan
Pertemuan Argentina dan Inggris juga kerap dikaitkan dengan sengketa Kepulauan Falkland (Islas Malvinas), yang memicu perang antara kedua negara pada 1982.
Namun Scaloni menegaskan pertandingan kali ini murni soal sepak bola dan tidak boleh dicampur dengan persoalan politik maupun sejarah.
"Itu adalah masa yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami, tetapi ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak ingin mencampuradukkan semuanya dengan peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu," tegasnya.
Waspadai Jude Bellingham dan Harry Kane
Di sisi lain, Scaloni mengakui Inggris memiliki kekuatan besar melalui dua bintang utamanya, Jude Bellingham dan Harry Kane.
Keduanya menjadi mesin gol The Three Lions setelah menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengatakan tim pelatih telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam pengaruh kedua pemain tersebut.
"Kami selalu mencari cara untuk berkembang dan bagaimana menghentikan pemain-pemain hebat seperti mereka. Mungkin akan ada perubahan dalam susunan pemain, tetapi bisa juga kami tetap menggunakan tim yang sama."
"Mereka adalah dua pemain terbaik di dunia. Setiap pelatih tentu ingin memiliki pemain seperti mereka," ujar Scaloni.
Sumber: Aljazeera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








