Indriyanto Nugroho Soroti GIC 2026, Jadi Jalan Pemain Muda Indonesia Menuju Level Internasional

AKURAT.CO, Legenda Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, menilai penyelenggaraan Garuda International Cup (GIC) 2026 memiliki peran penting dalam proses pembinaan pemain muda Tanah Air.
Menurut Indriyanto, turnamen internasional kelompok usia tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi pemain untuk mengukur kemampuan mereka menghadapi lawan dari negara lain.
“Ini sangat bagus. Selain nasional, sekarang ASIOP mengadakan International Cup. Ini sudah yang ketiga dan bagus untuk pembinaan dari usia 10-12 tahun, 15 tahun, sampai 17 tahun,” ujar Indriyanto.
Ia menilai jenjang kelompok usia yang tersedia di GIC dapat membantu pemain maupun pelatih melihat perkembangan kemampuan mereka setelah menjalani proses latihan di klub masing-masing.
Bagi Indriyanto, pengalaman bertanding secara konsisten juga menjadi salah satu pembelajaran penting yang bisa didapatkan para pemain muda selama mengikuti turnamen seperti GIC.
Pasalnya, padatnya jadwal pertandingan akan menguji kemampuan pemain untuk mempertahankan performa dari satu laga ke laga berikutnya. Dalam sebuah turnamen, pemain bisa saja menjalani satu hingga dua pertandingan dalam sehari dan kembali bertanding pada hari berikutnya.
“Ini apa yang membuat mereka konsisten atau tidak di setiap pertandingannya. Seorang pelatih bisa memanajemen atau merotasi pemain, kemudian recovery-nya juga harus dijaga,” katanya.
Menurutnya, situasi tersebut bukan hanya menjadi pembelajaran bagi pemain, tetapi juga bagi jajaran kepelatihan. Turnamen internasional dapat menjadi sarana bagi pelatih untuk belajar menyiapkan tim secara lebih matang, terutama dalam aspek rotasi, pemulihan kondisi, dan persiapan pertandingan.
Kehadiran tim-tim dari luar Indonesia juga dinilai menjadi nilai tambah. Pemain muda Indonesia bisa mendapatkan pengalaman menghadapi karakter permainan yang berbeda dari tim-tim negara lain, termasuk China dan Vietnam.
Indriyanto menyebut pengalaman internasional seperti ini sangat dibutuhkan karena pemain usia muda Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kompetisi domestik. Ia mencontohkan sejumlah turnamen kelompok usia di luar negeri yang selama ini menjadi tempat pemain muda mengasah pengalaman.
“Ini pengalaman buat anak-anak Indonesia. Selama ini mungkin ada Gothia Cup di Swedia, Gothia China, Singa Cup. Sebenarnya di Indonesia juga ada setiap tahunnya seperti Garuda International Cup. Ini penting,” tuturnya.
Indriyanto berharap GIC dapat ikut mendorong gairah pembinaan sepak bola akar rumput di Indonesia. Menurutnya, semakin sering pemain mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional, semakin besar pula kesempatan mereka berkembang menuju sepakbola profesional.
Namun, pengalaman bertanding saja tidak cukup. Indriyanto mengingatkan para pemain muda agar tetap menjaga sikap, kondisi fisik, serta etos kerja setelah kembali ke klub masing-masing.
“Harus dijaga attitude-nya. Nanti dikembalikan ke tim masing-masing, pelatih juga bisa menerapkan apa yang mereka mau, filosofinya seperti apa. Mereka harus jaga attitude dan kondisi,” ujar mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.
Ia juga meminta para pemain tidak cepat puas setelah mendapatkan pengalaman di GIC 2026. Usia mereka yang masih muda membuat perjalanan menuju level profesional masih sangat panjang dan membutuhkan konsistensi dalam menjalani latihan.
Indriyanto bahkan melihat pengalaman internasional seperti GIC dapat membuka wawasan pemain terhadap kemungkinan berkarier di luar negeri. Namun, peluang tersebut menurutnya hanya bisa diraih jika pemain memiliki kedisiplinan dan kemauan untuk terus berkembang.
“Semoga di Garuda International Cup ini mereka mendapatkan pengalaman yang terbaik buat masa depan. Kalau memang harus terjun di sepakbola, mereka bisa selalu memberikan yang terbaik. Cita-cita untuk bermain di luar negeri mungkin terbuka, tetapi mereka harus menjaga kondisi, menjaga attitude, selalu latihan, dan bekerja keras,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








