ARTOTEL Group Bidik Pasar Wisata dan Komunitas di Yogyakarta

AKURAT.CO ARTOTEL Group memperkuat strategi bisnis pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada di Jalan Magelang Kilometer 14, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas hotel, perluasan segmen pelanggan, serta pemanfaatan peluang dari aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan kegiatan berskala besar di Yogyakarta dan sekitarnya.
Pengembangan kedua properti tersebut tidak hanya berfokus pada layanan akomodasi, tetapi juga pada pemanfaatan fasilitas olahraga, rekreasi, dan ruang kegiatan komunitas. Langkah ini membuka peluang bagi pengelola untuk menjangkau pelanggan di luar wisatawan yang membutuhkan kamar untuk menginap.
Baca Juga: ARTOTEL Wanasaba Dibuka, Bidik Wisatawan dan Pasar MICE Wonosobo
Strategi pengelolaan dan pengembangan bisnis tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang menghadirkan Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group,Yulia Maria; General Manager Wyndham Garden dan Ramada, Erik R. Tumbelaka, serta COO ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkarego.
Melalui pengelolaan profesional dan pengembangan fasilitas, ARTOTEL Group berupaya memaksimalkan potensi kedua hotel agar dapat menjangkau kebutuhan pasar yang lebih beragam.
Salah satu strategi bisnis ARTOTEL Group adalah menyediakan layanan pengelolaan hotel bagi pemilik properti. Melalui model hotel management, kepemilikan aset tetap berada di tangan pemilik, sedangkan operasional hotel dijalankan oleh operator berdasarkan ruang lingkup dan kesepakatan kerja sama.
Atas layanan tersebut, operator memperoleh management fee sesuai perjanjian dengan pemilik properti.
Baca Juga: Artotel Ungkap Strategi Bisnis Hotel di Tengah Tren Wisata Baru
Model ini memungkinkan pemilik hotel memanfaatkan keahlian operator profesional dalam menjalankan kegiatan operasional, mulai dari pelayanan tamu, penjualan, pemasaran, program loyalitas, hingga penerapan standar operasional.
Skema tersebut juga memberikan fleksibilitas dalam penggunaan merek sesuai kesepakatan antara pemilik properti dan operator. Dengan pembagian peran yang jelas, pemilik dapat berfokus pada kepemilikan aset, sementara kegiatan operasional ditangani oleh pihak yang memiliki keahlian dalam pengelolaan perhotelan.
Namun, efektivitas model tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk biaya pengelolaan, kondisi pasar, tingkat permintaan, serta kemampuan operator dalam menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan pendapatan hotel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








