Dewa United Pasang Target Tinggi Bersama Osmar Loss, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

AKURAT.CO, Dewa United Banten FC memasang target tinggi untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027.
Kehadiran pelatih asal Brasil, Osmar Loss, diharapkan mampu membawa Banten Warriors kembali bersaing di papan atas.
Osmar Loss didatangkan Dewa United setelah klub tersebut mengakhiri kerja sama dengan Jan Olde Riekerink.
Pelatih berusia 51 tahun itu dipilih karena memiliki pengalaman panjang, termasuk pernah menangani sejumlah klub di kawasan Asia.
Sejalan dengan itu, Presiden Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara, mengatakan bahwa klubnya ingin tampil lebih kompetitif pada musim baru. Ia berharap Dewa United dapat mengakhiri kompetisi di posisi tiga besar.
"Harapannya semoga tahun ini Dewa United bisa maksimal, bisa ada di papan atas," kata Ardian di Jakarta.
Menurut Ardian, target tersebut juga berkaitan dengan ambisi Dewa United untuk kembali tampil di kompetisi antarklub Asia.
Musim sebelumnya, klub asal Banten tersebut juga memiliki pengalaman bermain di level Asia.
"Ya, semoga tahun depan bisa lagi berkancah di Asia," ujarnya.
https://www.akurat.co/bola/871045/dewa-united-resmi-akhiri-kerjasama-dengan-jan-olde-riekerink
Ardian mengakui proses untuk mendapatkan jasa Osmar Loss tidak berjalan mudah.
Negosiasi dengan sang pelatih sempat berlangsung cukup alot sebelum akhirnya kedua pihak mencapai kesepakatan.
Situasi yang terjadi di negara tempat Osmar Loss sebelumnya bekerja turut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses tersebut.
Sebelum bergabung dengan Dewa United, Osmar tercatat menangani Persepolis FC di Iran.
"(Negosiasinya) lumayan cukup alot, tetapi dia terakhir kan di Persepolis FC. Kita tahu sendiri keadaan di negara sana ada beberapa konflik juga," tutur Ardian.
Setelah berdiskusi dengan keluarga, Osmar akhirnya memutuskan menerima tawaran Dewa United. Kedatangannya pun langsung dibarengi dengan ekspektasi besar dari manajemen.
"Selalu target kan maunya juara. Cuma ya maksimal maunya di empat besar atau tiga besar lah," kata Ardian.
Dewa United juga menyadari persaingan Super League 2026-2027 tidak akan mudah. Sejumlah klub turut melakukan pembenahan besar-besaran demi meningkatkan kekuatan tim sebelum kompetisi dimulai.
Ardian menilai beberapa klub bahkan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi Asia.
Ia menyebut Borneo FC dan Persib Bandung sebagai dua tim yang melakukan perekrutan dengan serius.
"Gambarannya akan seru ya. Kita lihat beberapa klub di liga ini juga lumayan perekrutannya bagus-bagus," ucapnya.
"Kita lihat juga mereka siap-siap juga untuk di Asia, mereka serius, seperti Borneo FC dan Persib Bandung."
Dewa United akan memulai perjuangannya di Super League 2026-2027 dengan menghadapi Persik Kediri.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026 pukul 15.30 WIB.
Laga pembuka itu akan menjadi kesempatan pertama bagi Dewa United untuk menunjukkan hasil persiapan bersama Osmar Loss.
Target tiga besar sekaligus tiket ke kompetisi Asia menjadi tantangan besar yang harus diwujudkan Banten Warriors sepanjang musim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








