Akurat Logo

Liga Indonesia Paling Kompetitif di ASEAN, Bikin Sponsor Banyak Masuk

Zainal Hasan | 31 Agustus 2026, 21:59 WIB
Liga Indonesia Paling Kompetitif di ASEAN, Bikin Sponsor Banyak Masuk
Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, dalam acara diskusi Water Break PSSI Pers di Kantor I.League, Sudirman, Jakarta, Senin (31/8/2026). PSSI PERS.

AKURAT.CO, I.League selaku operator kompetisi sepakbola Indonesia menilai bahwa nilai liga Indonesia paling kompetitif se-Asia Tenggara. Hal ini terbukti dengan sponsor dunia yang mulai melirik kompetisi nasional.

Diutarakan oleh Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, bahwa penilaian tersebut tidak hanya berdasarkan pandangan internal pengelola kompetisi.

Ia menyebut bahwa data dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menjadi salah satu dasar penilaian terhadap tingkat kompetitif Liga Indonesia.

"Kalau melihat competitiveness level kita, data dari AFC, se-Asia Tenggara ini kita sudah nomor satu," kata Sadikin di Kantor I.League, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Sadikin, tingkat kompetitif sebuah liga tidak semata-mata dapat dilihat dari klub yang menjadi juara. Faktor lain yang turut menentukan adalah seberapa ketat persaingan yang berlangsung sepanjang musim.

Sadikin menilai salah satu contoh Persib Bandung yang berhasil meraih gelar juara tiga musim secara beruntun.

Kendati demikian, perjalanan Persib untuk mengamankan trofi tersebut tetap diwarnai persaingan ketat dengan klub-klub lainnya.

https://www.akurat.co/bola/885594/i-league-naikkan-subsidi-klub-super-league-jadi-rp27-miliar-turunkan-pemain-u-23-dapat-insentif

"Walaupun Persib juara tiga kali berturut-turut, pada saat Persib mau juara itu ada kompetitif yang cukup tinggi, apalagi tahun lalu sampai minggu terakhir," ujar Sadikin.

Sadikin kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan kompetisi di Malaysia. Ia menyoroti dominasi Johor Darul Ta'zim (JDT) yang telah menjadi juara liga domestik Malaysia selama lebih dari satu dekade.

"Kalau kita bandingkan Malaysia, JDT itu sudah berapa tahun, lebih dari sepuluh tahun juara berturut-turut. Sebelas kali juara," katanya.

Menurut dia, dominasi satu klub dalam jangka panjang menjadi salah satu aspek yang dapat digunakan untuk melihat tingkat persaingan sebuah kompetisi.

Hal serupa juga menjadi perhatiannya ketika membandingkan Liga Indonesia dengan kompetisi di Thailand.

Sadikin menilai persaingan perebutan gelar di beberapa negara ASEAN cenderung lebih banyak melibatkan klub-klub tertentu.

Sementara itu, peta persaingan di Indonesia dinilai lebih terbuka sehingga membuat jalannya kompetisi menjadi lebih dinamis.

Kondisi tersebut dianggap memberikan nilai tambah bagi Liga Indonesia dari sisi komersial. Sebab, persaingan yang ketat membuat pertandingan sepanjang musim memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton maupun pihak yang ingin berinvestasi melalui sponsorship.

"Di situlah sebenarnya sponsor melihat, 'wah, Indonesia ini competitiveness level-nya tinggi'. Dan itu datang dari AFC, bukan dari kami. Data itu dari AFC," tegas Sadikin.

Ia menambahkan, perhatian terhadap sepakbola Indonesia mulai meningkat dalam dua tahun terakhir.

Perubahan yang dilakukan terhadap kompetisi domestik disebut turut menjadi salah satu faktor yang membuat pihak eksternal mulai melihat potensi Liga Indonesia.

"Dua tahun terakhir banyak yang melihat ke kita. Kita sudah mulai melihat bahwa kompetisi kita sudah mulai bagus, orang melihatnya juga," ucapnya.

Sadikin menilai perkembangan tersebut perlu terus dijaga agar Liga Indonesia tidak hanya memiliki persaingan yang kompetitif, tetapi juga mampu meningkatkan nilai komersial kompetisi. "

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.