Akurat Logo

Wasit Asing Tidak Lagi Hadir Setiap Pekan di Super League 2026-2027

Zainal Hasan | 3 September 2026, 22:44 WIB
Wasit Asing Tidak Lagi Hadir Setiap Pekan di Super League 2026-2027
Pesepakbola Arema FC, Diego Luiz (kiri), bersama rekannya Walisson Maia (kanan), saat melakukan protes kepada wasit di laga melawan Persebaya Surabaya pada semifinal Piala Presiden di Gianyar, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Rizal Hanafi.

AKURAT.CO, Penggunaan wasit asing dipastikan tetap berlanjut pada kompetisi BRI Super League serta Championship musim 2026-2027.

Kendati demikian, Federasi Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memilih untuk mengubah skema penugasan pengadil lapangan asal luar negeri tersebut agar tidak lagi memimpin pertandingan secara rutin setiap pekan.

​Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menjelaskan bahwa langkah ini diambil lantaran kualitas dan performa perangkat pertandingan lokal mengalami peningkatan signifikan.

Korps baju hitam dalam negeri dinilai makin siap memimpin laga-laga krusial di level domestik.

​"Penggunaan wasit asing tidak dilakukan pada setiap pekan pertandingan. Saat ini kami sudah memiliki wasit Indonesia yang bagus, termasuk Yamamoto dan pengadil lainnya," kata Yoshimi Ogawa seusai agenda Refereeing Workshop for Media di Kantor I.League, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/26).

https://www.akurat.co/bola/804644/kualitas-wasit-lokal-membaik-pssi-kurangi-partisipasi-wasit-asing-di-super-league-2025-2026

​Meski porsi untuk pengadil lokal bertambah, PSSI tidak menutup pintu rapat-rapat bagi perangkat pertandingan luar negeri.

Kebijakan ini akan dikelola secara cermat dengan mendatangkan pengadil bertaraf internasional yang biasa memimpin di panggung AFC Champions League (ACL) Elite.

Yoshimi ​Ogawa menyebut bahwa keberadaan wasit berkelas Asia tersebut krusial sebagai media transfer ilmu dan peningkatan standar bagi para pengadil lokal.

​"Kami tetap harus mengelolanya dengan baik. Pada momen tertentu, kami perlu mengundang beberapa wasit yang rutin bertugas di ACL Elite. Poin utamanya adalah agar wasit lokal bisa belajar langsung dari pengalaman mereka," ujarnya.

​Sistem penugasan ini sekaligus mengubah pola musim lalu. Pada Super League edisi sebelumnya, porsi pengadil luar negeri terbilang sangat dominan. 

Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, bahkan tercatat sebagai legiun asing paling sibuk dengan memimpin total 26 laga serta mengeluarkan 97 kartu kuning, empat kartu merah, dan 14 hukuman penalti.

​Melalui regulasi baru di musim 2026-2027, PSSI berharap kualitas kepemimpinan wasit lokal makin teruji tanpa mengesampingkan standar pengawasan kompetisi profesional tanah air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.