Akurat Logo

Wasit Indonesia Berpotensi Pimpin Piala Dunia, Ini Tahapannya Menurut Yoshimi Ogawa

Zainal Hasan | 4 September 2026, 13:32 WIB
Wasit Indonesia Berpotensi Pimpin Piala Dunia, Ini Tahapannya Menurut Yoshimi Ogawa
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, saat berbicara dalam Media Briefing on Refereeing Season 2026-2027 di Jakatta, Kamis (3/9/2026). PSSI.

AKURAT.CO, Wasit muda Indonesia, Naufal Adya Fairuski, mulai menapaki jenjang perwasitan internasional setelah mendapatkan status AFC Elite.

Namun, status tersebut belum otomatis membuka jalan bagi Naufal Adya Fairusqi untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyebut masih ada sejumlah tahapan yang harus dilewati wasit berusia 26 tahun itu.

Yoshimi Ogawa menjelaskan, langkah pertama Naufal setelah berstatus AFC Elite adalah mendapatkan kesempatan memimpin pertandingan resmi yang berada di bawah naungan AFC atau FIFA.

“Langkah demi langkah. Dia baru menjadi wasit AFC Elite, yang berarti dia bisa memimpin pertandingan resmi AFC atau FIFA terlebih dahulu,” ujar Yoshimi Ogawa setelah Refereeing Workshop for Media di Kantor I.League, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ogawa, perjalanan tersebut memiliki beberapa tingkatan kompetisi. Salah satu jenjang tertinggi di level Asia yang harus dicapai adalah AFC Champions League Elite.

“Ada beberapa tingkatan turnamen. Tingkatan tertingginya adalah ACL Elite. Setelah dia mulai memimpin pertandingan di ACL Elite dan menunjukkan performa yang baik, barulah dia menjadi kandidat untuk Piala Dunia,” kata Ogawa.

https://www.akurat.co/bola/887762/wasit-asing-tidak-lagi-hadir-setiap-pekan-di-super-league-2026-2027

Dengan demikian, Naufal masih harus menjalani proses bertahap sebelum masuk dalam persaingan untuk menjadi wasit Piala Dunia. Ogawa memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun.

“Artinya, dia masih membutuhkan waktu tiga, empat, bahkan lima tahun lagi. Sebab, pertama-tama dia harus memimpin pertandingan di level terendah AFC,” tutur Ogawa.

Setelah mendapat kesempatan di satu level, Naufal harus menunjukkan performa yang baik dan konsisten untuk bisa naik ke jenjang berikutnya. Proses tersebut berlangsung secara bertahap hingga mencapai level kompetisi tertinggi.

“Kemudian, dia harus menunjukkan performa yang bagus sebelum naik ke level berikutnya, lalu level berikutnya lagi, dan seterusnya,” jelas Ogawa.

Sebelum mendapatkan status AFC Elite, Naufal telah memiliki pengalaman memimpin pertandingan di berbagai kompetisi. .

Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip Bola.com, dia tercatat telah memimpin 68 pertandingan dengan 227 kartu kuning, enam kartu kuning-merah, sembilan kartu merah, serta 27 penalti.

Super League menjadi kompetisi yang paling banyak dipimpin Naufal. Dia tercatat telah bertugas dalam 43 pertandingan dengan catatan 163 kartu kuning, empat kartu kuning-merah, lima kartu merah, dan 17 penalti.

Selain kompetisi kasta tertinggi, Naufal juga memiliki pengalaman di Championship dengan total sebelas pertandingan hingga musim lalu. Pengalamannya turut mencakup pertandingan internasional kelompok usia.

Naufal pernah memimpin tiga pertandingan uji coba, tiga laga Piala AFF U-17, dua pertandingan Piala AFF U-19, dan dua laga Piala AFF U-23. Dia juga pernah bertugas di Piala Presiden serta satu pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-17.

Ogawa menilai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Naufal sebagai wasit. Meski demikian, status AFC Elite tetap baru menjadi salah satu tahapan sebelum dirinya bisa mencapai level yang lebih tinggi.

“Karena itu, kita harus memberikan dukungan bukan hanya kepada Naufal, tetapi juga membantu perkembangan mereka ke depannya,” ujar Ogawa.

Ogawa juga memberikan penilaian terhadap perkembangan Naufal sebagai salah satu wasit muda Indonesia. Dia melihat masih terdapat ruang bagi Naufal untuk melanjutkan kariernya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ya, sebenarnya dia memiliki masa depan yang sangat bagus. Dia memiliki potensi yang sangat besar,” imbuh Ogawa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.