Akurat Logo

Geliat Pembinaan Sepakbola Putri Kian Masif, Bidik Piala Dunia Wanita 2035

Dian Eko Prasetio | 7 September 2026, 13:57 WIB
Geliat Pembinaan Sepakbola Putri Kian Masif, Bidik Piala Dunia Wanita 2035
Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 - 2027 KU 12 antara SDN Kunciran 8 (jersey biru) melawan SDN Kunciran 4 B (jersey hijau/biru) di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9/2026). MLSC.

AKURAT.CO, Konsistensi dalam membangun fondasi pembinaan sepakbola putri usia dini di tanah air kembali dibuktikan lewat bergulirnya MilkLife Soccer Challenge (MLSC) musim 2026–2027.

Rangkaian panjang kompetisi grassroots ini resmi dibuka dengan digelarnya Seri 1 di dua wilayah sekaligus, yakni Tangerang dan Semarang, pada 1–6 September 2026.

Sengitnya persaingan di Tangerang melahirkan SDN Pinang 3 sebagai kampiun Kategori Umur (KU) 10 dan SDN Kunciran 8 di KU 12.

Sementara di regional Semarang, podium tertinggi berhasil diamankan oleh SDN Kembangarum 2 Semarang (KU 10) serta MI Pagersari-Patean (KU 12).

Kejuaraan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mendapat sambutan luar biasa. Di Tangerang, sebanyak 1.037 atlet dari 57 SD/MI berlaga di Stadion Kera Sakti dan Stadion Mini Cisauk.

Sedangkan di Semarang, 1.091 atlet dari 63 SD/MI memadati Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud Jatingaleh.

Perluas Jangkauan ke Tiga Kota Baru, Bidik Piala Dunia Wanita 2035

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberlanjutan turnamen ini.

Pada musim 2026–2027, MLSC melebarkan sayapnya dengan menambah tiga kota penyelenggara baru, yaitu Jakarta Utara, Garut, dan Jayapura.

https://www.akurat.co/bola/859562/mlsc-2026-cetak-bibit-baru-kudus-dan-malang-panen-talenta

Peningkatan jumlah peserta dan partisipasi sekolah-sekolah baru dinilai menjadi sinyal positif bahwa supply pemain berbakat dari level akar rumput tidak pernah terputus.

"Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepakbola sejak dini. Karena target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan Timnas Putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035," kata Teddy.

"Yang paling menggembirakan adalah kita bisa melihat karakter pemain yang semakin beragam. Ketika semakin banyak anak perempuan mendapatkan kesempatan bermain dan berkompetisi secara rutin, tentu akan semakin besar pula peluang kita menemukan talenta-talenta baru untuk masa depan sepak bola putri Indonesia."

Kompetisi Berjenjang Kunci Perkembangan Mental dan Teknik

Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menekankan pentingnya pengalaman bertanding yang berkelanjutan bagi tumbuh kembang pesepakbola belia.

Dari kacamata pelatih, kualitas pemain tidak bisa diukur hanya dari satu laga, melainkan dari proses belajar yang konsisten.

Timo menjelaskan bahwa MLSC kini terintegrasi dalam ekosistem pembinaan berjenjang yang terhubung dengan ajang berlevel lebih tinggi, seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga turnamen internasional JSSL 7’s Singapore.

"Ketika mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan dengan tantangan yang berbeda, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas, mulai dari cara mengambil keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan," beber Coach Timo.

"MLSC menjadi salah satu pengalaman penting untuk membangun fondasi, sebelum mereka mendapat kesempatan tampil di kompetisi berikutnya dengan level yang lebih tinggi. Dari proses ini, pemain bukan hanya berkembang sebagai pesepakbola, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.