Perkembangan Sepakbola Putri di Surabaya Kian Pesat dengan Kehadiran Turnamen KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge
Leo Farhan | 25 Agustus 2025, 19:21 WIB

AKURAT.CO, Sepakbola putri di Kota Pahlawan menunjukkan tren positif. Hal itu tampak dari antusiasme tinggi pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 1 musim 2025–2026 yang digelar 19–24 Agustus di Stadion Brawijaya dan Stadion Bogowonto.
Sebanyak 1.662 siswi dari 79 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ambil bagian. Mereka terbagi dalam 88 tim KU-12 dan 64 tim KU-10, mencatatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan MLSC di Surabaya.
Pada partai final KU-12, SDN Kalirungkut I/264 mempertahankan gelar juara usai menundukkan SDN Manukan Kulon II/499 B dengan skor meyakinkan 4-1. Sukses itu melengkapi kemenangan perdana tim KU-10 sekolah yang sama, yang membungkam SDN Ngagel Rejo I/396 dengan skor 4-0.
Raihan tersebut menambah catatan gemilang Kalirungkut, setelah sebelumnya pada MLSC Februari 2025 juga keluar sebagai kampiun lewat adu penalti kontra SD Al Islah.
Dukungan Pemerintah dan Peningkatan Kualitas Pemain
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menilai turnamen ini berperan penting dalam pengembangan talenta siswi. Ia berharap agar di gelaran berikutnya animo peserta semakin meningkat yang diimbangi dengan kualitas di lapangan.
"MilkLife Soccer Challenge adalah salah satu cara untuk membangun talenta siswi. Harapannya dari hari ini mereka bisa bercerita pengalaman mereka mengikuti turnamen sehingga dapat dicontoh dan berimbas pada sekolah lain," kata Yusuf Masruh.
"Untuk program pengembangan talenta seperti ini akan terus kami sosialisasikan agar sekolah-sekolah yang ingin ikut serta dapat mempersiapkan diri."
Sementara itu, Pelatih Kepala MLSC Surabaya, Sai Dong, menyebut kualitas permainan peserta mengalami perkembangan signifikan, baik secara tim maupun individu.
Tercatat, 21 nama baru terpilih untuk mengikuti program MilkLife Extra Training sebagai langkah lanjutan pembinaan teknik dan mental.
"Selain antusiasme, kemampuan peserta juga menunjukkan progres yang sangat baik karena kemungkinan besar banyak yang sudah bergabung dengan SSB," jelas Sai Dong.
"Saya rasa MilkLife Soccer Challenge memiliki dampak yang sangat kuat dalam ekosistem sepakbola putri Indonesia mulai dari mengenalkan dunia sepakbola dari usia sangat dini di KU 8 hingga penyelenggaraan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan."
Ekosistem Berjenjang dan Berkelanjutan
Program Manager MLSC, Edi Supriyanto, menegaskan penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti komitmen menjaga pertumbuhan sepak bola putri.
Selain MLSC untuk kelompok usia dini, Surabaya juga akan menggelar HYDROPLUS Soccer League U-14 agar pembinaan berjalan berjenjang.
"Banyak SSB di Surabaya sudah membuka kelas putri. Kami berharap langkah ini menular ke kota lain sehingga ekosistem sepak bola putri bisa terus berkembang dan melahirkan atlet yang mengharumkan Indonesia di panggung dunia," ucap Edi.
Pada seri kali ini, lima SSB, diantaranya Meta Football, Bina Yunior Surabaya FC, Haggana FC Surabaya, Bintang Derma FC, dan Satria Muda Dewi, bahkan langsung membuka pendaftaran di lokasi pertandingan untuk menampung potensi baru.
Partisipasi siswi Surabaya terus meningkat. Pada MLSC Surabaya Seri 1 2024 tercatat 1.631 peserta, lalu Seri 2 2024 diikuti 1.476 peserta. Tahun 2025 kembali naik menjadi 1.633 peserta, dan pada Seri 1 musim ini tembus 1.662 peserta.
Angka itu menguatkan optimisme bahwa Surabaya kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan sepakbola putri nasional dengan ekosistem yang semakin terbangun dari usia dini hingga tingkat remaja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









