Komite Wasit PSSI Minta Pemain dan Ofisial Jaga Sikap Waktu Cek VAR, Kartu Merah Jadi Ancaman

AKURAT.CO, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengingatkan pemain dan ofisial tim agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada wasit selama pertandingan.
Ia secara khusus menyoroti perilaku pemain maupun staf tim yang mendekati wasit ketika proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) berlangsung.
Yoshimi Ogawa menilai bahwa situasi tersebut berpotensi mengganggu komunikasi antara wasit di lapangan dan petugas VAR. Padahal, komunikasi yang baik dibutuhkan agar keputusan dapat diambil secara tepat tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu pertandingan.
Menurut Yoshimi Ogawa, wasit memiliki kewenangan untuk menindak pemain atau ofisial yang mengganggu pelaksanaan tugasnya. Sanksi berupa kartu kuning hingga kartu merah dapat diberikan apabila diperlukan.
Baca Juga: Wasit Asing Tidak Lagi Hadir Setiap Pekan di Super League 2026-2027
"Sebenarnya, terkadang wasit perlu menggunakan kewenangannya. Artinya memberikan kartu kuning atau kartu merah," ucap Ogawa di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (23/10/16).
Meski demikian, Ogawa menjelaskan bahwa pendekatan kepada klub tetap diperlukan sebelum tindakan disiplin dijatuhkan. Ia menyebut pihak manajemen akan memberikan peringatan tetapi pemain dan ofisial juga harus memahami batasan ketika berinteraksi dengan perangkat pertandingan.
Ogawa mencontohkan situasi ketika wasit sedang memeriksa tayangan VAR. Dalam kondisi tersebut, pemain maupun ofisial seharusnya memberikan ruang agar wasit dapat berkonsentrasi dan berkomunikasi dengan petugas VAR.
"Tapi, sebelumnya pihak manajemen akan memberikan peringatan. Tapi, terkadang kami juga perlu meminta ofisial tim atau pemain untuk menjauh dari wasit, misalnya saat VAR (Video Assistant Referee) sedang memeriksa, karena wasit perlu berkomunikasi dengan VAR," katanya.
"Namun, banyak pemain yang tetap mendekat ke wasit."
Ia menambahkan, tekanan dari pemain dan ofisial dapat menghambat komunikasi wasit dengan petugas VAR. Selain berpotensi mengganggu proses pengambilan keputusan, situasi tersebut juga bisa membuat tempo pertandingan berjalan kurang baik.
"Hal ini benar-benar, bagaimana ya mengatakannya, membuat tempo pertandingannya tidak bagus, bukan?" kata Ogawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 6Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








