Peringati HUT ke-6, IWIP Berangkatkan Umrah 76 Warga dan Karyawan

AKURAT.CO PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kawasan industri nikel terintegrasi pertama di Indonesia, terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya yaitu mendukung kehidupan spiritual masyarakat sekitar tambang dan karyawannya dengan memberangkatkan 76 orang untuk ibadah umrah ke Tanah Suci. Adapun, pemberangkatan umrah telah dilakukan pada 27 Agustus 2024.
Dari 76 perserta umrah, 59 di antaranya warga Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Timur (Haltim), sedangkan 17 lainnya merupakan karyawan dari Weda Bay Project.
Baca Juga: Jokowi Minta Seluruh Menteri Tuntaskan Pekerjaan di Bulan Terakhir Masa Jabatan
"Pelepasan jemaah ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 PT IWIP," ujar Iwan Kurniawan, mewakili manajemen Weda Bay Project, General Manager HSE PT IWIP sekaligus Kepala Teknik Tambang PT Weda Bay Nickel (WBN), Jumat (13/9/2024).
Iwan mengatakan, umrah lebih dari sekadar perjalanan fisik. Umrah adalah perjalanan hati yang harus dijalani dengan penuh kesadaran, khusyuk, dan rasa syukur.
“Umrah adalah salah satu ibadah yang diidam-idamkan oleh setiap muslim. Jadikanlah perjalanan ini sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semoga para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan bisa kembali dalam keadaan sehat serta diberkahi oleh Allah SWT,” ucapnya.
Program umrah ini tak hanya memberi kesempatan bagi karyawan, tetapi juga masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Lebih dari itu, PT IWIP turut mengirimkan warga dan karyawan dari agama lain untuk melakukan ziarah ke tempat suci sesuai dengan keyakinan mereka.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kehidupan spiritual lintas agama.
Kasim Ishak, salah satu peserta umrah yang juga staf Badan Syara' Desa Banemo, mengaku, tak bisa menahan air mata kebahagiaan saat diberikan kesempatan untuk berangkat Umrah.
“Saya akhirnya mendapat kesempatan ke Tanah Suci, setelah hampir 10 tahun menunggu giliran haji yang belum kunjung tiba. Alhamdulillah, rezeki ini datang melalui PT IWIP. Saya berdoa agar perusahaan ini terus berkembang dan diberkahi,” kata Kasim.
Baca Juga: Lewat Revisi UU Kementerian Negara, Prabowo-Gibran Diharapkan Bisa Bentuk Pemerintahan yang Baik
Senada dengan Kasim, Aquarita Alfani Wenno, salah satu peserta dari Departemen HSE yang terpilih ikut dalam rombongan umrah mengaku sejak lama memendam niat berkunjung ke Baitullah.
“Berulang kali saya menyaksikan teman, kerabat, dan keluarga melakukan perjalanan rohani ke Tanah Suci sambil berdoa agar Tuhan memberikan kesempatan tersebut kepada saya. Atas ridho-Nya, saya dan teman-teman akhirnya bisa mendapatkan kesempatan tersebut,” ungkapnya.
Melalui program ini, PT IWIP tak hanya mendukung pengembangan spiritual, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat.
Sebuah perjalanan yang tak hanya menghubungkan peserta dengan Tanah Suci, tetapi juga membangun jalinan kebersamaan antara perusahaan dan komunitas sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








