Ahmad Muzani: Kota Tegal Harus Jadi Cina-nya Indonesia Lewat Teknologi dan UMKM

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, berharap Kota Tegal, Jawa Tengah, dapat memanfaatkan kemajuan teknologi layaknya Jepang di era 1980-1990-an untuk mendorong pertumbuhan industri lokal, bahkan menjadikan Tegal sebagai Cina-nya Indonesia.
"Jepang pada zaman itu, sekitar tahun 80-90an, adalah negara yang sangat maju dengan teknologi luar biasa. Semua barang Jepang membanjiri Indonesia, ada di depan mata kita," ujar Ahmad Muzani saat membuka Silaturahmi Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) di Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Namun kini, kata dia, semangat tersebut harus disesuaikan dengan kondisi zaman. "Kalau dulu Jepangnya Indonesia, sekarang Tegal harus menjadi Cinanya Indonesia," tegasnya.
Muzani menilai, Tegal memiliki keunggulan besar di bidang UMKM. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah lebih serius mendukung dan memperhatikan pelaku usaha kecil di wilayahnya.
"Orang Tegal itu telaten, sabar, ulet, dan keras. Meskipun kadang-kadang agak susah diatur, tetapi karakter ini justru modal besar untuk membangun ekonomi berbasis kerakyatan," tuturnya.
Baca Juga: Piala Sudirman: Bukan Jonatan Christie, Tim Pelatih Indonesia Pilih Ubed di Tunggal Putra
Tak hanya unggul dalam dunia usaha, Muzani juga memuji prestasi wong Tegal di bidang pendidikan. Ia membanggakan fakta bahwa pada masanya, banyak anak Tegal yang diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).
"Dulu zaman saya, satu angkatan bisa sampai 15-20 orang asal Tegal diterima di STAN. Sekarang banyak dari mereka yang sukses di BPKP, Direktorat Pajak, hingga Bea Cukai. Ini bukti kualitas pendidikan di Tegal luar biasa," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan, keberhasilan komunitas atau perkumpulan ditentukan oleh kualitas anggotanya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan untuk generasi penerus wong Tegal.
"Pendidikan membuka peluang dan kesempatan. Untuk itu, kita harus mendorong anak cucu kita terus menempuh pendidikan setinggi-tingginya," ujarnya.
Selain pendidikan, ia juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring atau networking antarwarga Tegal. Silaturahmi, menurutnya, tidak hanya menjadi perintah agama, tetapi juga kunci memperkuat solidaritas.
"Semoga dua hal ini—pendidikan dan silaturahmi—bisa menjadi bekal untuk membangun masa depan keluarga besar Tegal yang lebih cerah," pungkasnya.
Baca Juga: Sebut Timnas Indonesia Bakal TC di Bali, Thom Haye Senang karena Bisa Kumpul Lebih Lama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









