Jakarta Jadi Magnet Investasi Nasional, Realisasi Mencapai Rp204,2 Triliun hingga Triwulan III-2025

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta menegaskan posisinya sebagai pusat investasi utama di Indonesia.
Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi di Jakarta menunjukkan tren positif dengan rata-rata kenaikan 27,2 persen setiap tahun.
Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jakarta, Muhammad Herizkianto, mengatakan, capaian tersebut semakin kokoh dengan realisasi investasi periode Januari-September 2025 yang mencapai Rp204,2 triliun.
"Penanaman Modal Dalam Negeri berkontribusi sebesar Rp131,2 triliun, menjadikan Jakarta sebagai daerah dengan capaian PMDN tertinggi di Indonesia atau setara dengan 16,6 persen dari total nasional. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp73 triliun," kata Herizkianto di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Pemprov Jakarta Diimbau Terapkan Subsidi Lintas Daerah untuk Tarif Transjakarta
Capaian itu telah memenuhi 80,06 persen dari target investasi nasional tahun 2025 sebesar Rp255 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Herizkianto optimistis angka tersebut akan melampaui target hingga akhir tahun.
Sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, jasa lainnya serta perdagangan dan reparasi menjadi pendorong utama investasi Jakarta hingga triwulan ketiga tahun ini.
"Peningkatan ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai pusat investasi nasional yang kompetitif," ujarnya.
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Pekerja Jakarta 2025: Bisa Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis!
Sebagai panduan perencanaan pembangunan, DPMPTSP Provinsi Jakarta juga tengah menyusun Peta Potensi Investasi Jakarta yang memetakan potensi sumber daya, peluang pengembangan, serta keunggulan tiap wilayah.
"Peta ini membantu pemprov memahami karakteristik dan kekuatan ekonomi tiap kawasan agar investasi bisa lebih tepat sasaran," ujar Herizkianto.
Pemprov Jakarta menetapkan enam sektor unggulan yang menjadi fokus pengembangan investasi, yaitu kesehatan, real estate, pertanian dan perikanan, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi serta akomodasi dan makan minum.
Peluang investasi yang dikembangkan meliputi pembangunan rumah sakit internasional, kawasan mixed use dan transit oriented development (TOD), logistik digital, pusat data center dan keamanan siber hingga destinasi ekowisata dan MICE terpadu.
Baca Juga: Demi Jakarta Bersih, RDF Rorotan Tidak Boleh Berhenti
"Dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media, kami berkomitmen membangun iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan," kata Herizkianto.
Dia menambahkan, peningkatan kualitas layanan investasi menjadi prioritas dalam transformasi Jakarta menuju pusat aktivitas ekonomi berkelas global.
"Jakarta berkomitmen memfasilitasi kegiatan investasi yang lebih cepat, sederhana dan cerdas sebagai fondasi menuju Top 50 Global City pada 2030 dan Top 20 Global City pada 2045," pungkas Herizkianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






