10.000 Banser Amankan Nataru, Gaungkan Teladan Kemanusiaan Gus Dur dan Riyanto

AKURAT.CO Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menggelar Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang dirangkaikan dengan Anugerah Kemanusiaan Riyanto Award di Pelataran Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati, Cirebon, Selasa (23/12/2025).
Apel ini menandai keterlibatan aktif Banser dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus mempertegas komitmen menjaga toleransi, persatuan, dan harmoni sosial di tengah dinamika keamanan nasional.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan, pengamanan Nataru tahun ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain potensi gangguan keamanan, cuaca ekstrem dan ancaman bencana alam juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.
“Pengamanan Nataru kali ini menghadapi tantangan berbeda. Potensi cuaca ekstrem dan bencana di sejumlah wilayah menuntut kesiapsiagaan bersama,” ujar Kapolri dalam amanatnya.
Kapolri mengapresiasi langkah GP Ansor yang menerjunkan 10.000 kader Banser untuk terlibat langsung dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama periode Nataru.
Kehadiran Banser dinilai memperkuat stabilitas sosial sekaligus menjadi bukti partisipasi aktif masyarakat sipil dalam menjaga keamanan nasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran disinformasi, paham radikalisme, dan intoleransi yang kerap memanfaatkan momentum keramaian.
“Kita tidak boleh lengah terhadap upaya-upaya yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Di sinilah peran Banser sebagai penjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat mengamankan perayaan Natal pada tahun 2000. Sosok Riyanto disebut sebagai simbol pengorbanan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Keberanian dan pengorbanan almarhum Riyanto adalah teladan pengabdian tanpa pamrih. Semangat itu harus terus hidup dan menginspirasi generasi Banser hari ini,” kata Kapolri.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan, pengamanan Nataru merupakan bagian dari mandat sejarah Banser dalam menjaga keutuhan bangsa.
Menurutnya, nilai kemanusiaan yang diwariskan Riyanto bukan sekadar kenangan, melainkan amanah yang harus terus dijaga.
“Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga negeri ini. Riyanto telah menunjukkan bahwa menjaga toleransi adalah bentuk pengabdian tertinggi kepada bangsa,” ujar Addin.
Selain pengamanan Nataru, Banser juga disiagakan untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem melalui aktivasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) di berbagai daerah.
“Pengabdian Banser tidak hanya soal keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik. Harmoni bangsaku, lestari alamku,” katanya.
Addin menegaskan, siapa pun yang merusak harmoni beragama dan bernegara akan berhadapan dengan negara bersama Polri dan TNI.
Ia pun memerintahkan seluruh satuan Bagana untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, turut mengapresiasi penghargaan kemanusiaan bagi almarhum Riyanto.
Baca Juga: GP Ansor Keluarkan Maklumat Bandung, Sebut Ada Gerakan dengan Misi Khusus Serang Kiai dan NU
“Saya terharu dengan penghargaan ini. Saya teringat pengalaman menangani konflik di Maluku Utara, di mana harmoni dan perdamaian bisa terwujud karena nilai kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Dudung, kebhinnekaan, gotong royong, dan cinta kasih merupakan ciri utama bangsa Indonesia yang telah diwariskan jauh sebelum bangsa lain mengenal nilai-nilai kemanusiaan modern.
“Inilah nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






