Kemenko PMK Percepat Penanganan Darurat Tanah Longsor di Bandung Barat

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengoordinasikan percepatan penanganan darurat bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi (Jumat, 23/1/2026), malam.
Berdasarkan pembaruan data per Sabtu (24/1/2026) siang, tanah longsor terjadi di Pasirkuning RT 05/11 dan Pasirkuda RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Bencana ini mengakibatkan sekitar 30 rumah terdampak dan berdampak langsung terhadap 34 kepala keluarga atau 113 jiwa.
Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, 23 orang selamat, sementara 83 orang lainnya masih dalam proses pencarian dan pendataan.
Menko PMK, Pratikno, menjelaskan, upaya penanganan darurat saat ini dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bandung Barat dengan dukungan BPBD Provinsi Jawa Barat, aparat TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya.
Proses pencarian korban, pendataan dampak dan pengamanan lokasi terus dilakukan, mengingat potensi longsor susulan akibat kondisi cuaca.
Baca Juga: Kemenko PMK Perkuat Karakter dan Kerukunan Umat Beragama di Dunia Pendidikan
Ia mendorong prioritas operasi SAR dengan pelibatan penuh Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terlatih, serta percepatan penetapan status tanggap darurat daerah. Guna mendukung mobilisasi sumber daya, personel dan logistik.
Selain itu, layanan kemanusiaan dasar seperti pelayanan medis, logistik, dapur umum, air bersih, dan shelter aman bagi warga terdampak terus diperkuat. Dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan.
"Untuk mengurangi risiko lanjutan, Kemenko PMK menekankan pentingnya pengamanan wilayah rawan, pembatasan akses warga ke zona berbahaya, serta koordinasi teknis dengan BMKG dan PVMBG," ujar Pratikno, dalam keterangannya.
Pratikno juga mendorong pemerintah daerah melakukan pendataan cepat dan akurat, serta menyampaikan laporan perkembangan secara berkala setiap 6-12 jam.
Dalam aspek komunikasi, Kemenko PMK menegaskan perlunya informasi satu pintu melalui BPBD dan BNPB guna mencegah hoaks dan kepanikan publik.
Untuk memastikan koordinasi penanganan darurat berjalan efektif di lapangan, Pratikno menugaskan Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan, Budiono Subambang, untuk mengoordinasikan pelaksanaan tanggap darurat, memperkuat sinergi pusat-daerah. Serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tertangani secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Kemenko PMK Siapkan Peta Jalan Buat Antisipasi Banjir di Jabodetabekpunjur
"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen untuk terus mengawal penanganan bencana secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan," tutur Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








