Kasus Bunuh Diri Siswa SD di Ngada Ungkap Minimnya Ruang Aman bagi Anak

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, angkat suara terkait peristiwa tragis seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia akibat bunuh diri.
Berdasarkan analisis sementara Kementerian PPPA, Arifatul menyampaikan bahwa ketidakmampuan korban untuk membeli buku dan pena bukanlah satu-satunya faktor yang mendorong korban mengakhiri hidupnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan lain yang dihadapi sang anak.
Situasi tersebut diduga semakin diperparah karena korban tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita atau mengungkapkan beban yang dirasakannya.
“Kalau menurut analisa kami, ini akumulasi dari beberapa persoalan yang dihadapi si anak. Tapi si anak ini mungkin tidak punya tempat untuk bercerita,” ujar Arifatul saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Arifatul juga menilai peristiwa ini tidak terlepas dari budaya yang masih berkembang di sebagian masyarakat, khususnya anggapan bahwa anak laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan.
Baca Juga: Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
“Masih ada budaya di kita bahwa laki-laki harus kuat, laki-laki enggak boleh cengeng, enggak boleh nangis,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut dapat membuat anak menahan persoalan yang dihadapi tanpa berani menyampaikan kesulitan atau tekanan yang dirasakan.
Lebih lanjut, Arifatul menyatakan bahwa analisis tersebut masih bersifat sementara.
Kementerian PPPA akan menyampaikan hasil lanjutan apabila telah diperoleh data dan kajian yang lebih komprehensif.
“Kalau sudah ada analisa yang lebih kuat, tentu akan kami sampaikan. Namun sementara ini, kesimpulannya anak tersebut tidak memiliki ruang untuk bercerita tentang apa yang sebenarnya ia rasakan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








