Program MBG Dongkrak Harga Panen Petani Manggarai, Wortel Naik Tiga Kali Lipat

AKURAT.CO Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa angin segar bagi para petani.
Program tersebut membuat hasil panen mereka terserap dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Ketua Kelompok Tani Locak Jaya, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Anselmus Deok, menyebut MBG menjadi berkah bagi petani setempat.
“Sangat bersyukur dengan kehadiran MBG karena barang-barang kami sangat naik harganya,” ujar Anselmus saat ditemui, Sabtu (21/2/2026).
Sebelum program MBG berjalan, wortel yang dipanen petani hanya dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Bahkan, tidak sedikit hasil panen yang terpaksa dibuang karena tidak terserap pasar.
Kini, melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), wortel milik petani dibeli dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram—naik hingga tiga kali lipat.
“Setelah ada MBG, semua barang tidak ada yang terbuang, Pak,” kata Anselmus.
Selain harga yang lebih baik, pembayaran dari SPPG juga dilakukan langsung kepada petani tanpa melalui pihak ketiga, sehingga mereka menerima hasil penjualan secara penuh dan cepat.
Baca Juga: Osasuna vs Real Madrid: Alvaro Arbelona Sebut Timnya Kalah karena Kurang Cepat Gerakkan Bola
Pola Tanam Disesuaikan Kebutuhan Program
Anselmus menjelaskan, pihak SPPG sejak awal sudah menyampaikan jenis komoditas yang dibutuhkan, seperti wortel dan buncis.
Informasi tersebut membuat petani bisa merencanakan pola tanam sesuai kebutuhan pasar yang sudah pasti.
“Sehingga saya punya anggota, saya suruh untuk tanam yang dibutuhkan MBG,” ujarnya.
Dengan adanya kepastian pembelian, petani kini tidak lagi khawatir hasil panen tidak terserap.
Anselmus berharap program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan agar kesejahteraan petani terus meningkat.
“Pak Presiden, semoga tetap berjalan lancar dan MBG tetap berjalan terus supaya pendapatan petani meningkat,” tuturnya, merujuk pada Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan memperkuat rantai pasok hasil pertanian di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







