Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara Terima Bantuan Perbaikan Rumah, Pemerintah Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyerahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada 86 Kepala Keluarga terdampak banjir dan longsor yang terjadi November 2025 lalu di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Penyerahan dana, yang dilaksanakan Jumat (13/2/2026) kemarin, merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Agar masyarakat dapat memperbaiki rumahnya dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Penyaluran dana dilakukan bersamaan dengan penyerahan bantuan bagi sejumlah wilayah terdampak lainnya di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.
Menko PMK mengatakan, penyaluran dana stimulan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, melalui BNPB, disalurkan stimulan untuk pembangunan kembali rumah bapak dan ibu yang rusak. Harapannya dengan adanya bantuan ini bapak, ibu bisa segera memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang secara mandiri dan didukung oleh bantuan-bantuan yang lain, sehingga bisa segera kembali ke rumah dan kembali hidup normal," jelasnya.
Baca Juga: Menko PMK Minta Pemda Waspadai Potensi Bencana Jelang Tahun Baru
Sebanyak 86 KK penerima manfaat di Tapanuli Utara tersebar di Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Sipahutar, Simangumban, Purba Tua, Parmonangan, Pahae Jae, dan Adiankoting.
Bantuan diberikan sebesar Rp15 juta untuk kategori rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang. Dengan total nilai mencapai Rp1,95 miliar.
Dana stimulan disalurkan langsung melalui mekanisme transfer ke rekening masing-masing penerima.
Secara keseluruhan, total penyaluran dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang di Sumatera Utara mencapai Rp10,8 miliar.
Selain Tapanuli Utara, bantuan juga disalurkan di Kabupaten Deli Serdang sebanyak 68 KK dengan total Rp1,1 miliar; Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 249 KK dengan total Rp5,4 miliar; serta Kabupaten Humbang Hasundutan sebanyak 134 KK dengan total Rp2,3 miliar.
Menko PMK menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula tetapi juga harus membangun lebih baik dan lebih tangguh.
Ia juga mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca Juga: Screen Time RI Tembus 7,5 Jam, Menko PMK: Anak di Bawah 2 Tahun Ikut Terpapar
"Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya harus mengembalikan segera kehidupan masyarakat menjadi normal. Tapi lebih dari itu adalah membangun kembali menjadi lebih baik, lebih tangguh. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagi masyarakat, pemda, dan bagi kita yang ada di pemerintah pusat," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








