Pramono Evaluasi JPO di Jakarta, Bakal Dibongkar Jika Tak Dibutuhkan Warga

AKURAT.CO Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bukan sekadar penghubung bagi pejalan kaki. Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, keberadaannya kini ikut disaring berdasarkan satu pertanyaan: masih dibutuhkan warga atau tidak.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pihaknya akan tetap merawat JPO yang masih berfungsi dan dibutuhkan masyarakat. Sebaliknya, JPO yang sudah tak lagi digunakan berpeluang dibongkar.
"Semua JPO yang masih bisa digunakan dan masih diperlukan tentu akan kami rawat," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: JPO Lama di Rasuna Said Bakal Dibongkar, Permudah Akses Transportasi dan Lebih Ramah Disabilitas
Dia menjelaskan, evaluasi juga dilakukan terhadap JPO yang dibangun oleh Pemprov Jakarta. Pemerintah tidak ingin mempertahankan infrastruktur yang sudah kehilangan fungsi.
Seperti JPO di kawasan Rasuna Said yang telah dia tinjau langsung. Setelah melihat kondisi di lapangan, JPO tersebut sudah tidak diperlukan sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk menariknya.
"Kalau saya tidak melihat langsung, mungkin saya juga tidak akan bisa mengambil keputusan," ujarnya.
Baca Juga: Pramono Minta Sopir dan Perusahaan Truk Penabrak JPO Ditindak Tegas: Kalau Perlu Izinnya Dicabut
Pola serupa akan diterapkan pada JPO lain di Jakarta. JPO yang masih dibutuhkan akan dipertahankan dan dirawat, sedangkan yang tidak lagi berfungsi akan dievaluasi untuk dibongkar.
Adapun JPO di kawasan Senayan yang sebelumnya dibangun oleh Kementerian PUPR juga akan diperlakukan berdasarkan kebutuhan dan fungsinya. Pemprov Jakarta tetap akan merawat JPO yang masih digunakan masyarakat.
"Selama JPO tersebut masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta, kami akan tetap merawatnya," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








