Akurat Logo

Update Terkini: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tidak Terdeteksi Lagi

Moehamad Dheny Permana | 10 September 2026, 19:03 WIB
Update Terkini: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tidak Terdeteksi Lagi
Gunung Anak Krakatau dilihat dari Perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan. - Foto: Antara Foto/Putra M. Akbar

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan analisis citra satelit hingga pukul 13.00 WIB, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi.

Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tetap diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, rekomendasi keselamatan tetap harus dipatuhi meski sebaran abu vulkanik tidak lagi terpantau melalui citra satelit.

"Kami sedikit melakukan update Gunung Anak Krakatau bahwa aktivitas masih berada di Level III atau artinya Siaga. Pada status level ini tentu otoritas kegunungapian tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, ataupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," jelasnya, dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus Hari Ini, Potensi Erupsi dalam Waktu Dekat Masih Tinggi

Menurut Berton, hasil analisis citra satelit menunjukkan tidak ada lagi sebaran abu vulkanik yang terdeteksi pada Kamis siang.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap dampak kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Juru Bicara Kemenkes, drg. Widyawati, mengatakan, laporan kumulatif infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak mencapai 68.919 kasus.

"Situasi ISPA pada wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, laporan kasusnya terkini adalah ada 68.919 kumulatif kasus ISPA," ujarnya.

Data yang disampaikan Kemenkes, sebanyak 14.439 kasus tercatat pada kelompok usia nol hingga 5 tahun, sedangkan 54.480 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun. Kasus tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota yang terdampak.

Baca Juga: Hari Ini, Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis Hilang di Utara Gunung Anak Krakatau

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.