Update Terkini: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tidak Terdeteksi Lagi

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan analisis citra satelit hingga pukul 13.00 WIB, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi.
Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tetap diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, rekomendasi keselamatan tetap harus dipatuhi meski sebaran abu vulkanik tidak lagi terpantau melalui citra satelit.
"Kami sedikit melakukan update Gunung Anak Krakatau bahwa aktivitas masih berada di Level III atau artinya Siaga. Pada status level ini tentu otoritas kegunungapian tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, ataupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," jelasnya, dalam konferensi pers di Jakarta.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus Hari Ini, Potensi Erupsi dalam Waktu Dekat Masih Tinggi
Menurut Berton, hasil analisis citra satelit menunjukkan tidak ada lagi sebaran abu vulkanik yang terdeteksi pada Kamis siang.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap dampak kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
Juru Bicara Kemenkes, drg. Widyawati, mengatakan, laporan kumulatif infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak mencapai 68.919 kasus.
"Situasi ISPA pada wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, laporan kasusnya terkini adalah ada 68.919 kumulatif kasus ISPA," ujarnya.
Data yang disampaikan Kemenkes, sebanyak 14.439 kasus tercatat pada kelompok usia nol hingga 5 tahun, sedangkan 54.480 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun. Kasus tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota yang terdampak.
Baca Juga: Hari Ini, Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis Hilang di Utara Gunung Anak Krakatau
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






