Akurat Logo

Bromo Ditutup Total! Api Merambat ke Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi

Saeful Anwar | 12 September 2026, 19:31 WIB
Bromo Ditutup Total! Api Merambat ke Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi
Seorang petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dekat Gunung Bromo di provinsi Jawa Timur, Indonesia pada 6 Agustus 2026. - Foto: AFP/Juni Kriswanto

AKURAT.CO Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dihentikan sementara.

Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di kawasan tersebut.

Kebakaran yang pertama kali muncul di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis sore (10/9/2026), kini telah menjalar ke sejumlah area lain, termasuk Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi.

Melihat perkembangan tersebut, Balai Besar TNBTS memutuskan menutup seluruh aktivitas kunjungan wisata di kawasan Gunung Bromo mulai Sabtu (12/9/2026).

Belum ada batas waktu pembukaan kembali karena keputusan akan menyesuaikan kondisi kebakaran di lapangan.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan proses pemadaman, perkembangan kebakaran, serta faktor keselamatan wisatawan.

"Penutupan diberlakukan sejak Sabtu, 12 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta keamanan kawasan," kata Rudijanta.

Rudijanta menjelaskan kondisi di kawasan terdampak menjadi salah satu pertimbangan utama penghentian aktivitas wisata.

Selain titik api yang terus meluas, kondisi musim kemarau membuat vegetasi, terutama rerumputan, berada dalam keadaan kering dan mudah terbakar.

Potensi angin kencang juga dikhawatirkan mempercepat pergerakan api ke area lain.

"Semakin meluasnya kejadian kebakaran hutan kawasan Bromo, TNBTS, serta kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi, khususnya rerumputan, berada dalam kondisi kering dan adanya potensi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api," ujarnya.

Situasi semakin berisiko karena kepulan asap di sekitar lokasi kebakaran terus bertambah tebal. Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu pergerakan wisatawan maupun petugas.

"Disertai kondisi asap yang semakin tebal di sekitar kawasan terdampak, yang berpotensi mengganggu jarak pandang, mobilitas, keamanan dan keselamatan pengunjung serta dapat menghambat proses penanganan dan pemadaman kebakaran," lanjutnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, seluruh akses wisata menuju Gunung Bromo dari berbagai pintu masuk ditutup.

Kebijakan ini juga ditujukan agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif tanpa aktivitas wisatawan di sekitar kawasan terdampak.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pengeroyokan Pedagang Cermin Bambang Setiawan, Motifnya Rasa Kesal

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.