Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Qadha Ramadan: Hukum dan Penjelasan Lengkap

AKURAT.CO Puasa Syawal dan puasa qadha Ramadan adalah dua bentuk ibadah puasa sunnah dan wajib yang sering dibahas oleh ulama, terutama ketika seseorang tidak sempat mengqadha puasa Ramadan tepat waktu.
Banyak orang bertanya, bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa qadha sekaligus?
Baca Juga: Bulan Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Ini Kalender Islam Lengkap 1447 H
Apa Itu Puasa Qadha dan Puasa Syawal?
Puasa qadha Ramadan adalah puasa yang harus diganti oleh orang yang tidak berpuasa selama Ramadan karena uzur syar’i seperti sakit, haid, atau sebab lain yang dibenarkan.
Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal setelah hari raya Idulfitri.
Puasa qadha memiliki hukum wajib yang harus diselesaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkannya tanpa uzur tetap.
Sementara itu, puasa Syawal bersifat sunnah, namun dianjurkan karena mendapat pahala besar jika dilakukan dengan benar.
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Qadha?
Banyak orang ingin menggabungkan niat kedua puasa ini agar lebih efisien, terutama ketika masih memiliki banyak utang puasa dari Ramadan.
Namun, menurut ulama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha Ramadan dalam satu amalan puasa tidak diperbolehkan.
Alasannya adalah dua puasa ini memiliki hukum dan tujuan yang berbeda. Puasa qadha adalah kewajiban yang terbebani, sedangkan puasa Syawal adalah amal sunnah yang dianjurkan.
Karena berbeda hukum serta makna, maka keduanya harus diniatkan secara terpisah setiap harinya.
Cara Mengatur Waktu Puasa Qadha dan Syawal
Agar pelaksanaan puasa tetap sesuai syariat, urutan yang disarankan adalah sebagai berikut:
Selesaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu. Ini karena puasa qadha memiliki kewajiban yang harus ditunaikan sebelum melakukan puasa sunah.
Setelah utang puasa Ramadan selesai, baru laksanakan puasa Syawal enam hari secara terpisah di bulan Syawal.
Dengan cara ini, setiap bentuk puasa tetap dilakukan sesuai hukum dan makna ibadahnya masing-masing.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Puasa Senin-Kamis dan Qadha Ramadhan?
Niat Puasa Qadha dan Syawal
Jika kamu ingin mengerjakan puasa qadha atau Syawal, lakukan niat seperti berikut:
Niat Puasa Qadha (misalnya hari pertama qadha):
“Nawaitu shauma ghadin qodlan ‘an fardhi syahri Ramadan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa hari esok untuk mengganti kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Syawal:
“Nawaitu shauma sunnatan li syahri Syawwal lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah di bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Perlu diingat bahwa niat dilakukan pada malam hari sebelum Subuh atau sebelum dimulainya puasa di waktu subuh, sesuai tuntunan ibadah puasa Islam.
Amalia Febriyani (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






