Media Asing Soroti Dukungan Eks Napi Bom Bali untuk Anies Baswedan

AKURAT.CO - Media investigasi asing Open Source Investigations menyoroti dukungan salah satu teroris yang menjadi tersangka Bom Bali 2002, Abu Bakar Ba'asyir, untuk capres nomor urut 1, Anies Baswedan.
Artikel yang dirilis pada tanggal 3 Februari 2024 itu berjudul "Indonesia: Backers of 2002 Bali terror attack get into mainstream political arena".
Media tersebut menulis bahwa calon presiden Indonesia Anies Baswedan "mendapat dukungan dari seorang ulama penghasut yang pernah menjadi pemimpin spiritual kelompok ekstremis di balik pemboman Bali tahun 2002.
Dalam ulasannya, Open Source Investigations mengatakan dukungan tersebut diberikan Abu Bakar Ba'asyir melalui rekaman suara yang beredar di media sosial beberapa minggu sebelum Indonesia mengadakan pemilihan presiden.
"Abu Bakar Ba'asyir menggambarkan Anies (mantan gubernur Jakarta) sebagai kandidat yang "akan berusaha memerintah negara ini dengan hukum Islam semaksimal mungkin." demikian keterangan artikel.
Tulisan tersebut juga menampilkan analis dari peneliti senior Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR), Muhamad Taufiqurrohman yang mengatakan meskipun dukungan ulama tersebut dapat membantu Anies memenangkan beberapa suara namun juga dapat menjadi bumerang bagi Anies.
Baca Juga: Jubir Timnas AMIN Mardani Ali Sera Optimis Anies-Muhaimin Masuk Putaran Kedua
“Deklarasi Abu Bakar Bashir akan berdampak buruk bagi Anies, karena memperkuat pandangan masyarakat bahwa Anies adalah bapak politik identitas yang didukung oleh kelompok radikal,” kata Taufiqurrohman dikutip dari artikel.
“Bashir mendukung Anies karena ia memandang Anies sebagai calon presiden yang paling mungkin mendukung penerapan hukum syariah dan pembentukan khilafah di Indonesia," lanjut dia.
Media itu menulis Abu Bakar Ba'asyir bukanlah satu-satunya tokoh garis keras yang mendukung Anies. Media ini juga menyoroti nama Ustadz Abdul Somad, yang disebut sebagai seorang pengkhotbah penghasut yang ditolak masuk ke Singapura pada tahun 2022 dan dianggap seorang "ekstremis dan segregasionis”.
Hal ini terkait konstetasi pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017, di mana Anies menang melawan petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).
Dikutip dari artikel bahwa "Anies saat itu merayu pemilih konservatif dan tampil di rapat umum dengan para pemimpin Islam garis keras yang berkampanye untuk menggulingkan saingannya Ahok yang saat itu merupakan orang Kristen keturunan Tionghoa pertama yang memegang jabatan puncak di kota tersebut."
"Dukungan dari ulama garis keras, berfungsi sebagai pengingat bagi komunitas non-Muslim di Indonesia dan Muslim moderat mengenai apa yang dilakukan Anies terhadap Ahok pada tahun 2017, dan akan menghalangi (mereka) untuk memilih dia,” kata Alexander Arifianto, peneliti senior di Rajaratnam School of International Studies (RSIS) yang berbasis di Singapura di artikel itu.
"Anies juga menghadiri aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan 212, yang diambil dari tanggal 2 Desember 2016 ketika kelompok Islam pertama kali berdemonstrasi melawan Ahok. Dia (Ahok) kemudian dipenjara atas tuduhan penistaan agama terkait dengan komentar yang dia buat saat kampanye," jelas Alexander.
Anies juga kata Alexander sempat menuai kritik ketika pada tahun 2017 dalam pidato pelantikannya sebagai Gubernur Jakarta memicu ketegangan etnis dan agama. Saat itu dia mengatakan bahwa "pribumi”
(pribumi atau penduduk asli Indonesia) harus mengambil kembali kendali negara dari pengaruh “kolonial”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




