PBB Selidiki Serangan Siber Senilai Rp46 Triliun Oleh Korea Utara

AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menyelidiki puluhan serangan siber yang diduga dilakukan oleh Korea Utara senilai USD3 miliar atau setara Rp46,8 triliun untuk mengembangkan senjata nuklir mereka.
"Panel ini sedang menyelidiki 58 dugaan serangan siber Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) terhadap perusahaan-perusahaan terkait mata uang kripto antara tahun 2017 dan 2023, senilai sekitar USD3 miliar yang dilaporkan membantu mendanai pengembangan senjata pemusnah masal DPRK," tulis PBB, dikutip Jumat (9/2/2024).
Dalam pernyataannya, PBB mengatakan bahwa Korea Utara terus mengabaikan sanksi yang diberikan oleh Dewan Keamanan dengan tidak berhenti mengembangkan senjata nuklir dan memproduksi fisil nuklir.
"Korea Utara terus mengembangkan senjata nuklir dan memproduksi bahan fisil nuklir, meskipun uji coba nuklir terakhirnya dilakukan pada tahun 2017," jelas PBB.
Badan tersebut juga mengatakan bahwa Korea Utara terus meluncurkan rudal balistik, menempatkan satelit ke orbit dan menambahkan kapal selam taktis penyerang nuklir ke dalam daftar persenjataannya.
Seperti diketahui, Korea Utara telah lama dilarang melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.
Baca Juga: Cara Aktifkan 5 Fitur AI di Galaxy S24, Dijamin Makin Keren!
Sejak tahun 2006, negara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un itu telah dikenai sanksi PBB untuk menghentikan pendanaan pengembangan senjata pemusnah massal (WMD).
Laporan PBB sendiri akan dirilis secara publik akhir bulan ini atau awal bulan depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





