Mahakarya Arsitektur Ramah Lingkungan di Singapura Ternyata Jadi 'Jalur Kematian' Satwa Burung

AKURAT.CO Apa yang selama ini dipandang sebagai mahakarya arsitektur ramah lingkungan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, ternyata menyimpan masalah yang tidak banyak diketahui publik. Di balik atap hijaunya yang ikonik dan desain futuristiknya, gedung milik School of Art, Design and Media (ADM) justru menjadi ancaman mematikan bagi burung-burung migran yang melintas di kawasan kampus.
Dinding kaca bangunan itu kerap memantulkan langit, membuat burung-burung mengira area tersebut adalah ruang terbang bebas—hingga akhirnya menabrak kaca dengan kecepatan penuh. Selama musim migrasi, insiden ini bahkan terjadi hampir setiap hari, menurut laporan The Straits Times.
Kondisi ini mendorong sekelompok mahasiswa membentuk inisiatif Project Avigate pada 2022, setelah salah satu pendirinya sendiri menyaksikan burung-burung menabrak gedung itu. Dalam tiga musim migrasi, mereka mencatat 122 tabrakan yang melibatkan 22 spesies berbeda, sementara di seluruh area kampus NTU, jumlahnya telah melampaui 200 kasus.
Dalam laporan setebal 51 halaman yang diserahkan ke pihak universitas pada April 2024, para mahasiswa mengidentifikasi bentuk kaca yang menyerupai corong di gedung ADM sebagai faktor utama yang membingungkan burung.
Sebagai solusi, tim berupaya menggalang dana sebesar S$ 30.000 (≈ Rp 384 juta) untuk memasang stiker khusus pada jendela-jendela berisiko tinggi agar lebih terlihat oleh burung. NTU sendiri telah menyatakan kesiapan menanggung 70 % dari total biaya proyek yang diperkirakan mencapai S$ 100.000 (≈ Rp 1,28 miliar).
Beberapa langkah awal sudah dilakukan, seperti mengurangi silau di bagian atap dan memasang jaring pelindung. Namun pemasangan stiker memerlukan material tahan cuaca dan konstruksi khusus, sehingga prosesnya tidak sederhana.
Meski menghadapi tantangan persetujuan dan pendanaan, para mahasiswa bekerja bersama pihak kampus agar solusi ini bisa diterapkan sebelum musim migrasi berikutnya pada September 2026.
NTU menyampaikan bahwa inisiatif ini akan menjadi percontohan bagi desain gedung yang lebih aman bagi satwa liar di masa depan—sejalan dengan komitmen universitas terhadap keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





