Paus Leo XIV: Kebijakan Trump Terhadap Migran ‘Ekstrem dan Tidak Manusiawi!

AKURAT.CO Paus Leo XIV kembali melontarkan kritik terhadap kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai perlakuan terhadap para migran “sangat tidak menghormati martabat manusia”.
Berbicara kepada wartawan di kediaman sekundernya dekat Roma, paus kelahiran Chicago itu menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi. “Kita harus mencari cara untuk memperlakukan setiap orang dengan penuh perikemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, meski setiap negara berhak mengatur mekanisme dan syarat masuk bagi pendatang, banyak migran yang sudah puluhan tahun hidup dengan baik justru diperlakukan secara tidak pantas. “Ada orang-orang yang sudah tinggal 10, 15, 20 tahun, menjalani hidup dengan baik, namun kini diperlakukan secara sangat tidak hormat,” kata Leo XIV.
Ia juga menyerukan masyarakat AS untuk mendengarkan suara Konferensi Waligereja AS (USCCB) yang pekan lalu mengeluarkan pernyataan langka, meminta diakhiri “iklim ketakutan” yang dirasakan para imigran.
Sejak terpilih pada Mei lalu, Paus Leo XIV memang semakin vokal menentang kebijakan pemerintahan Trump terkait imigrasi.
Selain isu imigrasi, Paus Leo XIV turut menyinggung situasi di Nigeria yang tengah berdialog dengan AS setelah Presiden Trump mengancam intervensi militer terkait kasus pembunuhan warga Kristen. Nigeria yang terbelah antara wilayah selatan yang mayoritas Kristen dan utara yang mayoritas Muslim, selama bertahun-tahun diguncang konflik bersenjata, termasuk serangan kelompok jihad yang menewaskan warga tanpa pandang bulu.
“Saya melihat di beberapa wilayah Nigeria memang ada ancaman serius bagi umat Kristen, tetapi ancaman itu juga dirasakan semua orang. Baik Kristen maupun Muslim sama-sama menjadi korban pembantaian,” ujar Paus Leo XIV. Ia menambahkan bahwa persoalan di negara Afrika Barat itu tak hanya terkait terorisme, tetapi juga faktor ekonomi serta perebutan wilayah.
Paus berusia 70 tahun itu menyampaikan komentarnya saat bertemu media di kediaman retret kepausan di Castel Gandolfo, tempat ia kerap menghabiskan waktu setiap Selasa. Ia mengatakan biasanya melakukan “sedikit olahraga, membaca, dan bekerja”, termasuk bermain tenis dan berenang. Menurutnya, aktivitas fisik penting untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. “Setiap orang perlu bergerak agar tubuh dan jiwa tetap terawat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








