Cheetah Kuno National Park Tewas Tertabrak, Kasus Pertama Sejak Reintroduksi di India

AKURAT.CO Insiden kecelakaan cheetah Kuno National Park kembali menyoroti tingginya risiko satwa liar di jalan raya India. Seekor anak cheetah berusia 20 bulan dilaporkan tewas setelah cheetah tertabrak di India oleh kendaraan berkecepatan tinggi pada Minggu pagi, menjadikannya kematian cheetah akibat kendaraan pertama sejak program reintroduksi predator ini diluncurkan. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran serius mengenai keselamatan satwa di kawasan konservasi yang berbatasan dengan jalur lalu lintas padat.
Kecelakaan itu terjadi di dekat Gwalior, Madhya Pradesh, sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat ketika dua anak cheetah jantan yang telah keluar dari kawasan hutan Kuno hampir sebulan lalu mencoba menyeberangi National Highway 46. Keduanya berada di bawah pemantauan ketat tim pelacak Kuno dan staf kehutanan setempat, namun tabrakan terjadi begitu cepat sehingga tak sempat dihindari.
Menurut pejabat Project Cheetah, tim pelacak telah berusaha menghentikan kendaraan yang melaju cepat sebelum menabrak hewan tersebut. Namun kecelakaan berlangsung tiba-tiba dan tidak dapat dicegah. Otoritas kehutanan langsung membuka penyelidikan dan mendaftarkan kasus terkait insiden ini.
Rekaman CCTV dari beberapa titik di sepanjang jalan membantu mengidentifikasi kendaraan yang menabrak, dan polisi kemudian menemukan serta menghentikannya di negara bagian Rajasthan. Tim dari Kuno juga dikirim untuk memeriksa kendaraan, mengambil sampel forensik, dan meminta keterangan dari pengemudi. Anak cheetah yang tewas merupakan keturunan Gamini, cheetah betina asal Afrika Selatan yang dilepasliarkan pada Maret tahun lalu. Sementara saudara kandungnya dilaporkan dalam kondisi sehat.
Tragedi ini menyusul kematian anak cheetah lainnya dua hari sebelumnya di Parond Range setelah diduga terjatuh saat terpisah dari induknya. Polisi Gwalior telah mengurangi lalu lintas dan menurunkan batas kecepatan di kawasan tersebut karena satu anak cheetah lainnya masih berkeliaran.
India mencatat ribuan kematian satwa liar setiap tahun di sepanjang jalan raya nasional, terutama yang melintasi lanskap berhutan seperti Kaziranga di Assam dan Western Ghats. Jalur Agra–Mumbai—yang juga melintasi habitat tempat kecelakaan Kuno terjadi—dikategorikan sebagai salah satu koridor paling berbahaya bagi karnivora besar.
Sebelum dua kematian terbaru ini, Kuno National Park menjadi rumah bagi 30 cheetah, termasuk 19 anak kelahiran India dan delapan dewasa. Sebanyak tiga cheetah dewasa lainnya baru saja dipindahkan ke Suaka Margasatwa Gandhi Sagar. Sejak peluncuran Project Cheetah pada 2022, total 21 cheetah telah mati akibat berbagai penyebab, termasuk infeksi, cedera saat kawin, stres panas, dan penyakit.
India menyatakan cheetah punah secara lokal pada 1952, empat tahun setelah penampakan terakhir di alam liar. Dalam tahap berikutnya, India dan Botswana akan mentranslokasi delapan cheetah tambahan yang saat ini berada dalam masa karantina.
Seiring penyusunan laporan resmi untuk National Tiger Conservation Authority, meningkatnya angka kematian memunculkan tuntutan akan mitigasi struktural di jalan-jalan yang melewati area satwa liar. Pejabat kehutanan mengatakan bahwa pembatasan kecepatan, sistem peringatan dini, serta jalur penyeberangan satwa kini harus menjadi prioritas. Aktivis konservasi Ajay Dubey menyerukan penetapan akuntabilitas di tingkat tertinggi demi mencegah tragedi serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







