Rusia Tegaskan Polisi dan Garda Nasional Tetap di Donbas Meski Ada Kesepakatan Damai

AKURAT.CO Seorang pejabat senior Kremlin menyatakan bahwa Rusia akan tetap menempatkan polisi dan Garda Nasional di wilayah Donbas, Ukraina, meskipun nantinya tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang hampir empat tahun. Pernyataan ini diperkirakan akan ditolak Kiev di tengah berlangsungnya negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan harian bisnis Kommersant yang terbit Jumat, Penasihat Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Moskow hanya akan menyetujui gencatan senjata jika pasukan Ukraina menarik diri dari garis depan. Ia menambahkan bahwa dalam skenario pascaperang “sangat mungkin tidak ada pasukan Rusia maupun Ukraina” di Donbas, namun aparat keamanan Rusia akan tetap bertugas menjaga ketertiban.
Ushakov menegaskan bahwa Garda Nasional dan polisi Rusia akan mengelola keamanan dan kehidupan masyarakat di wilayah itu, yang menurut Moskow telah menjadi bagian dari Federasi Rusia sejak pengumuman aneksasi sepihak pada 2022.
Negosiasi Damai Tersendat
Upaya negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat terus berjalan lambat. Presiden AS Donald Trump disebut semakin frustrasi karena proses yang berlarut-larut. Salah satu hambatan terbesar adalah status wilayah Ukraina yang kini diduduki Rusia.
Sejak aneksasi ilegal Krimea pada 2014 dan perebutan wilayah timur oleh kelompok separatis, ditambah invasi besar-besaran pada 24 Februari 2022, Rusia telah menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina.
Ukraina menegaskan konstitusi mereka tidak mengizinkan penyerahan wilayah, sementara Rusia menyatakan empat wilayah yang dianeksasi pada 2022—termasuk Donetsk dan Luhansk—merupakan bagian sah dari negaranya.
Perkembangan Terbaru di Medan Pertempuran
Di medan perang, Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali sejumlah permukiman di sekitar Kupiansk, wilayah yang menjadi salah satu titik paling sengit di sepanjang garis depan 1.000 kilometer. Pasukan Ukraina mulai memotong jalur logistik Rusia sejak 22 September dan kini mengepung sekitar 200 tentara Rusia di pusat kota.
Rusia belum memberikan komentar terkait klaim tersebut dan laporan lapangan belum bisa diverifikasi secara independen.
Serangan Balasan dan Serangan Drone
Ukraina juga meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh. Pasukan Operasi Khusus (SSO) pada Jumat menyatakan berhasil menghantam dua kapal Rusia di Laut Kaspia yang diduga mengangkut peralatan militer dari dan ke Iran. SSO tidak mengungkapkan jenis senjata yang digunakan.
Di wilayah Rusia, tujuh orang termasuk seorang anak terluka akibat serangan drone Ukraina di kota Tver. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut berhasil menghancurkan 90 drone Ukraina dalam semalam.
Serangan drone Rusia juga menargetkan Pavlohrad di wilayah Dnipropetrovsk, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Di Odesa, lebih dari 90.000 warga terdampak pemadaman listrik setelah infrastruktur energi diserang.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan total 80 drone ke berbagai wilayah pada malam yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








