Krisis Kemanusiaan Gaza: Bayi Palestina Meninggal karena Cuaca Dingin Ekstrem

AKURAT.CO Seorang bayi Palestina kembali dilaporkan tewas akibat cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza pada Kamis (18/12) menyebutkan, bayi berusia satu bulan bernama Saeed Asaad Abideen meninggal dunia setelah terpapar suhu dingin yang menusuk, di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.
Dalam pernyataan resminya, otoritas kesehatan Gaza menjelaskan bahwa korban meninggal akibat penurunan suhu yang drastis. Kematian bayi tersebut menambah panjang daftar korban cuaca dingin ekstrem di Gaza, yang kini mencapai 13 orang meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit selama gelombang dingin melanda wilayah tersebut.
Sehari sebelumnya, Pertahanan Sipil Gaza telah mengeluarkan peringatan bahwa gelombang dingin parah mengancam keselamatan anak-anak, khususnya bayi dan balita. Banyak keluarga Palestina tidak memiliki tempat tinggal yang layak maupun sarana pemanas, menyusul hancurnya infrastruktur akibat agresi Israel dan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.
Ratusan ribu warga Palestina saat ini hidup dalam pengungsian setelah rumah mereka hancur dan mereka dipaksa meninggalkan tempat tinggalnya. Sebagian besar keluarga bertahan di tenda-tenda darurat atau bangunan seadanya, dengan keterbatasan selimut, pakaian musim dingin, dan perlengkapan pemanas, sementara suhu udara terus menurun.
Kantor Media Pemerintah Gaza berulang kali menuduh Israel tidak memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober, termasuk terkait masuknya bantuan kemanusiaan. Hingga kini, pengiriman 300.000 tenda dan rumah portabel untuk keluarga pengungsi belum terealisasi secara memadai.
Sejak Oktober 2023, agresi Israel di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 70.700 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.100 orang. Serangan tersebut baru terhenti setelah diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober, namun dampak kemanusiaan yang ditinggalkan masih terus merenggut korban, termasuk dari cuaca dingin ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







