Tokoh Besar Afghanistan yang Anti-Taliban Tewas Ditembak di Iran

AKURAT.CO Ikramuddin Saree, mantan komandan kepolisian di Provinsi Takhar dan Baghlan, Afghanistan, dilaporkan tewas ditembak pada malam 24 Desember di luar kantornya di Teheran, Iran. Saree merupakan pejabat keamanan pada masa pemerintahan republik Afghanistan sebelum Taliban kembali berkuasa.
Sumber yang dekat dengan korban serta Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF) yang menentang Taliban mengonfirmasi peristiwa tersebut. Dalam insiden itu, Saree dan seorang rekannya tewas, sementara satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Juru bicara kelompok oposisi anti-Taliban, Ali Maisam Nazary, menuduh Taliban berada di balik pembunuhan tersebut. Hingga kini, Taliban belum memberikan tanggapan atas tudingan itu. Sejumlah mantan pejabat pemerintahan Afghanistan dan kelompok anti-Taliban mengecam serangan tersebut serta mendesak pemerintah Iran untuk menyelidiki kasus itu dan mengungkap para pelaku. Pihak berwenang Iran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
Pembunuhan Saree menambah daftar tokoh anti-Taliban yang tewas di Iran dalam beberapa bulan terakhir. Pada September lalu, Maruf Gholami, seorang komandan yang dekat dengan mantan gubernur Herat Ismail Khan, juga ditembak mati di Mashhad. Saat itu, Ismail Khan yang kini tinggal di Iran menuntut pemerintah Teheran mengusut tuntas kasus tersebut.
Ikramuddin Saree pernah menjabat sebagai kepala kepolisian Provinsi Baghlan pada 2017–2019, sebelum kemudian memimpin kepolisian Provinsi Takhar di bawah pemerintahan Presiden Afghanistan saat itu, Ashraf Ghani. Ia melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil alih kekuasaan pada 2021, di tengah kekhawatiran akan tindakan balasan terhadap mantan aparat keamanan.
Sejak 2021, ribuan mantan tentara dan polisi Afghanistan dilaporkan mencari perlindungan di Iran meskipun Taliban mengklaim telah memberikan amnesti. Taliban membantah terlibat dalam operasi lintas batas. Hingga kini, Iran belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, meski tetap menjalin hubungan diplomatik, keamanan, dan ekonomi dengan Kabul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







