Finlandia Dukung Larangan Media Sosial untuk Anak, Tren Pelarangan Medsos untuk Anak di Dunia Menguat

AKURAT.CO Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo menyatakan dukungannya terhadap pelarangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun. Sikap ini menambah daftar negara yang mendorong kebijakan pelarangan sosial media untuk anak di dunia, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap menurunnya aktivitas fisik dan minat anak-anak terhadap kegiatan positif.
Berbicara dalam acara yang digelar Komite Olimpiade Finlandia, Rabu, Orpo menegaskan bahwa waktu layar berlebihan memiliki dampak langsung terhadap rendahnya tingkat gerak dan keterlibatan anak-anak serta remaja dalam hobi dan aktivitas olahraga. Media penyiaran publik Finlandia, YLE, melaporkan bahwa isu ini kini menjadi perhatian serius pemerintah.
“Waktu yang dihabiskan di depan layar berkaitan langsung dengan seberapa aktif anak-anak dan remaja bergerak serta mengikuti kegiatan hobi,” ujar Orpo. Ia memperingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik di kalangan generasi muda telah berkembang menjadi masalah kesehatan yang semakin mengkhawatirkan.
Orpo menyebut kondisi tersebut sebagai tren yang “sangat memprihatinkan” dan menilai media sosial telah menjadi salah satu penghambat utama gaya hidup sehat anak-anak. Menurutnya, pembatasan akses media sosial perlu dipertimbangkan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
Pernyataan Orpo muncul di tengah menguatnya wacana pelarangan sosial media untuk anak di dunia, yang kini diadopsi atau dikaji oleh berbagai negara. Australia baru-baru ini menjadi negara pertama yang menerapkan larangan nasional media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Sementara itu, sejumlah negara Eropa seperti Norwegia dan Denmark juga tengah menyiapkan kebijakan serupa dengan membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun. Langkah-langkah ini menandai pergeseran global dalam upaya melindungi kesehatan fisik dan mental anak dari dampak penggunaan media digital yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







