Spanyol Buka Opsi Kirim Tentara ke Ukraina, Ini Syaratnya

AKURAT.CO Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan negaranya siap mengirim pasukan untuk terlibat dalam misi penjaga perdamaian di Ukraina setelah perang berakhir. Pasukan tersebut akan dikerahkan bersama negara-negara Eropa lainnya.
Pernyataan itu disampaikan Sánchez dalam pertemuan “coalition of the willing” di Paris. Dalam forum tersebut, Inggris dan Prancis telah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap rencana pengiriman pasukan perdamaian, sebagaimana dilaporkan DW.
Meski demikian, realisasi pengiriman pasukan masih bergantung pada persetujuan Parlemen Spanyol. Sejumlah fraksi politik mengajukan syarat berbeda terkait pengerahan militer ke luar negeri.
Partai-partai sayap kiri, seperti Sumar, Podemos, BNG, dan Bildu, menegaskan bahwa keterlibatan Spanyol hanya dapat dilakukan jika misi tersebut berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, partai oposisi Partai Rakyat (People’s Party) menyatakan siap mendukung pengiriman pasukan, dengan catatan pemerintah harus mengoordinasikan seluruh langkah lanjutan terkait kebijakan keamanan dan luar negeri.
Pemerintah Spanyol juga memiliki opsi untuk mengerahkan pasukan tanpa persetujuan parlemen, dengan merujuk pada undang-undang tahun 2005 yang memungkinkan pengiriman militer tanpa persetujuan legislatif jika menyangkut kepentingan nasional.
Sebelumnya, pada 6 Januari, Ukraina, Prancis, dan Inggris menandatangani deklarasi niat terkait rencana penempatan pasukan multinasional di wilayah Ukraina pada masa pascaperang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








