Israel Gempur Beirut Selatan, Hezbollah Balas Serangan ke Fasilitas Militer Israel

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Beirut, Lebanon, yang dikuasai kelompok Hizbullah, Senin (2/3). Serangan ini terjadi setelah Hizbullah menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Ledakan besar mengguncang kawasan selatan Beirut, khususnya di wilayah Dahiyeh. Lebih dari selusin ledakan terdengar sejak sekitar pukul 02.40 dini hari waktu setempat. Warga dilaporkan panik dan melarikan diri dengan berjalan kaki maupun kendaraan, menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Militer Israel menyatakan telah memulai serangan terhadap target-target Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon, termasuk terhadap anggota senior kelompok tersebut di sekitar Beirut. Sumber keamanan Lebanon menyebut serangan udara juga menghantam beberapa titik lain di pinggiran selatan ibu kota.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan Hizbullah bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi. “Hizbullah membuka kampanye melawan Israel semalam dan sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap peningkatan konflik,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di puluhan desa di wilayah selatan dan timur Lebanon.
Hingga kini, Kementerian Kesehatan Lebanon belum merilis jumlah korban akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, Israel menyebut sejumlah proyektil yang ditembakkan dari Lebanon jatuh di area terbuka dan satu di antaranya berhasil dicegat angkatan udara Israel. “Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan,” demikian pernyataan militer Israel.
Hizbullah Klaim Serangan Balasan
Kelompok Hezbollah menyatakan pihaknya menargetkan fasilitas pertahanan rudal militer Israel di selatan kota Haifa. Serangan itu disebut sebagai balasan atas “darah suci” Khamenei serta respons atas serangan berulang Israel.
Ini menjadi serangan pertama Hizbullah sejak perang terbuka antara Israel dan kelompok tersebut pada 2024. Dalam konflik sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan Israel.
Hizbullah menegaskan pihaknya berhak membela diri dan akan merespons setiap serangan pada waktu dan tempat yang dianggap tepat.
Konflik Meluas di Timur Tengah
Eskalasi terbaru ini memperluas konflik di kawasan Timur Tengah, yang memanas setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Hizbullah sendiri merupakan kelompok Syiah yang didirikan pada 1982 oleh Garda Revolusi Iran dan menjadi salah satu sekutu utama Teheran di kawasan.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 2024 antara Israel dan Lebanon, Israel tetap melakukan serangan berkala terhadap target yang diklaim sebagai posisi Hizbullah. Israel menuduh kelompok itu berupaya kembali memperkuat persenjataan.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengkritik penembakan proyektil dari wilayah Lebanon selatan. Ia menyebut tindakan tersebut tidak bertanggung jawab dan berpotensi membahayakan keamanan Lebanon.
Sementara itu, pihak kepresidenan Lebanon menyatakan sebelumnya telah menerima pesan dari Duta Besar Amerika Serikat bahwa Israel tidak akan meningkatkan serangan selama tidak ada tindakan permusuhan dari pihak Lebanon.
Situasi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon kini kembali memanas dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan.
Sumber: Telegraph India
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








