Amerika Serikat: Iran Mulai Menebar Ranjau di Selat Hormuz
AKURAT.CO Pejabat Amerika Serikat menyatakan Iran mulai menebar ranjau laut di Selat Hormuz, langkah yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran global. Informasi itu dilaporkan The New York Times pada Kamis (13/3).
Menurut seorang pejabat AS yang mendapat pengarahan intelijen, langkah tersebut dilakukan setelah pasukan Amerika menghancurkan kapal-kapal besar Iran yang mampu menebar ranjau dengan cepat. Sebagai gantinya, Iran kini menggunakan perahu-perahu kecil untuk menjalankan operasi tersebut.
Pejabat AS mengatakan pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memiliki ratusan perahu kecil yang selama ini kerap digunakan untuk mengganggu kapal-kapal besar, termasuk kapal milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Para pejabat itu menilai upaya penebaran ranjau tersebut berjalan lambat dan tidak terlalu efisien. Namun, Iran diduga berusaha menebar ranjau lebih cepat daripada kemampuan pihak lain untuk membersihkannya, dengan tujuan menghalangi lalu lintas kapal di selat tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia.
Baca Juga: Serangan Iran ke Kapal Dagang Terus Berlanjut, AS Mengaku Belum Siap Kawal Tanker di Selat Hormuz
Iran sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan pada 28 Februari lalu. Langkah itu mengganggu pelayaran internasional dan mendorong kenaikan harga minyak.
Sejak saat itu, sejumlah kapal di kawasan tersebut dilaporkan terkena serangan. Beberapa di antaranya diklaim sebagai operasi Iran.
Pada Selasa (11/3), Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi membantah bahwa negaranya menebar ranjau di selat tersebut.
Sementara itu, pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dalam pernyataan pertamanya sejak konflik dimulai pada Kamis (13/3) mengatakan bahwa “tuas untuk memblokir Selat Hormuz harus terus digunakan.”
Media melaporkan militer AS telah menargetkan 16 kapal Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi serius jika memblokir aliran minyak dunia.
Ranjau laut di kawasan tersebut pernah merusak kapal-kapal pada masa lalu. Dengan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia dan perdagangan gas alam cair (LNG) melewati Selat Hormuz, aktivitas Iran di wilayah itu menjadi perhatian utama militer dan badan intelijen Amerika Serikat.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








