Helikopter Militer Qatar Jatuh di Perairan

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sebuah helikopter mengalami gangguan teknis saat menjalankan misi rutin dan jatuh di perairan wilayah negara tersebut pada Minggu (22/3).
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut operasi pencarian segera diluncurkan untuk menemukan awak dan penumpang helikopter.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan selain dugaan gangguan teknis. Otoritas juga tidak menemukan indikasi bahwa insiden tersebut disebabkan oleh aksi permusuhan.
Kejadian ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Qatar sebelumnya dilaporkan menghadapi serangan drone dan rudal berulang dari Iran sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Salah satu target serangan adalah kawasan industri Ras Laffan Industrial City, yang merupakan salah satu pusat produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia dan dilaporkan telah beberapa kali terdampak serangan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








